Tuturpedia.com — Game simulasi kota TheoTown yang dirilis pada 2019 tiba-tiba menjadi perbincangan hangat di kalangan gamer Indonesia. Meskipun usianya sudah empat tahun, belakangan ini permainan buatan studio indie asal Jerman ini berhasil menarik perhatian komunitas lokal yang aktif membangun kota impian mereka.
Menurut data dari forum dan grup media sosial, pemain Indonesia menjadi salah satu komunitas paling ramai, berbagi kreasi kota, strategi manajemen anggaran, hingga bangunan unik hasil modifikasi komunitas. Fenomena ini menunjukkan bahwa sebuah game tidak selalu harus baru untuk bisa viral, asalkan ada faktor kreator dan komunitas yang mendorongnya.
Sandbox & Simulasi: Bebas Tanpa Batas
TheoTown menawarkan mode sandbox dan simulasi realistis. Pemain bisa membangun kota dari nol, mengatur anggaran, menentukan lokasi fasilitas umum, hingga merancang jaringan transportasi. Tidak ada alur cerita yang kaku, sehingga setiap pemain bisa menentukan arah pembangunan kota sesuai kreativitas masing-masing.
Selain itu, TheoTown mendukung plugin dan konten buatan komunitas, memungkinkan pemain menambahkan bangunan unik atau fitur baru yang tidak ada di versi asli game. Hal ini menjadikan TheoTown lebih fleksibel dibandingkan beberapa game simulasi kota lain yang memiliki batasan konten.
Komunitas dan Kreator Jadi Motor Viralnya Game
Keberhasilan TheoTown di Indonesia tidak lepas dari peran komunitas dan kreator konten. Video-video di YouTube dan TikTok menampilkan pembangunan kota-kota kreatif, tips manajemen anggaran, dan tantangan membangun kota yang unik, sehingga memicu lebih banyak pemain mencoba game ini.
Game Indie yang Tetap Bersinar
TheoTown sendiri dikembangkan oleh developer indie asal Jerman, menunjukkan bahwa game buatan studio kecil pun bisa mendapat perhatian global jika didukung komunitas yang solid. Keunggulan game ini adalah kebebasan, fleksibilitas, dan dukungan konten dari pemain, sehingga setiap kota yang dibangun bisa sangat berbeda satu sama lain.
Fenomena TheoTown menjadi bukti bahwa kreativitas pemain dan interaksi komunitas di media sosial bisa membuat sebuah game lama kembali viral, bahkan menciptakan tren baru di ranah game simulasi kota Indonesia.***
