Cilacap, Tuturpedia.com — Ketekunan Guru Muchtar, pendidik mata pelajaran agama di SMA Negeri 1 Kampung Laut, menjadi pemantik perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kisahnya menempuh perjalanan berjam-jam melintasi darat dan laut demi mengajar di wilayah terluar Kabupaten Cilacap menginspirasi Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, untuk menelusuri langsung rute yang dilalui sang guru.
Pada Kamis, 22 Januari 2026, Sumarno menyusuri jalur menuju Kampung Laut dengan menumpang perahu dari Dermaga Sleko, kawasan Pelabuhan Tanjung Intan, sekitar pukul 06.00 WIB. Perjalanan laut yang ditempuh selama kurang lebih 2,5 jam melintasi perairan Laguna Segara Anakan berakhir di Dermaga Klaces, sebelum dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju sekolah.
Dalam kunjungan itu, Sumarno mengaku mengenal sosok Muchtar melalui tayangan TVRI, saat guru tersebut ditampilkan sebagai figur inspiratif dalam peringatan Hari Korpri. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk melihat langsung realitas medan dan perjuangan yang selama ini dijalani tenaga pendidik di kawasan terpencil.
Di hadapan siswa dan guru SMAN 1 Kampung Laut, Sumarno menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi peradaban. Ia menyebut kemajuan suatu bangsa tidak bisa dilepaskan dari kualitas dan keberlanjutan pendidikan warganya.
“Pendidikan adalah kunci. Kalau kita ingin menjadi negara maju, maka investasi terbesar harus ada di sektor ini,” ujarnya dalam sambutan.
Selain mengapresiasi dedikasi para guru, Sumarno juga menyoroti tantangan sosial yang dihadapi sekolah di wilayah pesisir. Menurutnya, fasilitas dan sarana prasarana relatif telah terpenuhi, termasuk dukungan transportasi perahu bagi tenaga pengajar. Namun, persoalan terbesar saat ini adalah menjaga konsistensi kehadiran siswa di sekolah, mengingat sebagian masyarakat masih memprioritaskan mata pencaharian dibanding pendidikan formal.
“Kita ingin tidak ada anak yang putus sekolah di Kampung Laut. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat secara luas,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan sejumlah bantuan, di antaranya dana renovasi Masjid SMAN 1 Kampung Laut tahap II sebesar Rp25 juta, serta bantuan pengurukan akibat rob senilai Rp50 juta. Bantuan tas sekolah juga diserahkan secara simbolis kepada beberapa siswa.
Kepala SMAN 1 Kampung Laut, Muhammad Lutfi Khamdan, menyambut positif kunjungan tersebut. Ia menyebut sekolah yang dipimpinnya kini memiliki sekitar 230 siswa dan terus menunjukkan capaian prestasi meski berada di kawasan terluar.
Beberapa waktu lalu, dua siswa SMAN 1 Kampung Laut berhasil melaju sebagai finalis Olimpiade Sains Nasional (OSN) untuk bidang astronomi dan kimia, mewakili Kabupaten Cilacap.
Kunjungan ini tidak hanya menyoroti kisah inspiratif seorang guru, tetapi juga membuka kembali diskusi tentang tantangan pendidikan di wilayah terpencil mulai dari akses, motivasi belajar, hingga keberlanjutan dukungan bagi guru dan siswa di garis terluar pelayanan pendidikan.***
Kontributor Jawa Tengah: Rizal Akbar
