Blora, Tuturpedia.com – Peristiwa memilukan terjadi di wilayah Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora. Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di Embung Grogolan, turut Dukuh Grogolan, Desa Buloh, pada Sabtu (31/1/2026) siang.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 13.25 WIB, saat korban bermain dan berenang bersama teman-temannya di embung tersebut.
Berdasarkan laporan kepolisian L/GANGUAN/B/03/I/2026/SPKT/POLSEK KUNDURAN/POLRES BLORA/POLDA JATENG, kejadian bermula ketika korban bersama tiga anak lainnya bermain di sekitar embung. Namun, tanpa disadari teman-temannya, korban tiba-tiba menghilang dan diduga tenggelam.
Saksi kemudian berlari meminta pertolongan kepada warga di sekitar warung dekat lokasi. Mendapat informasi tersebut, warga langsung menuju embung dan melakukan pencarian dengan menyelam ke dalam air. Korban akhirnya berhasil ditemukan, namun dalam kondisi pucat dan lemas.
“Korban sempat dibawa ke Puskesmas Sonokidul untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia,” ungkap
Kapolsek Kunduran Iptu Budi Santoso, pada awak media ini.
Lebih lanjut, Kapolsek Kunduran Iptu Budi Santoso, menuturkan bahwa hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Sonokidul menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Penyebab kematian dipastikan akibat tenggelam.
Kapolsek Kunduran bersama jajaran, Kanit Reskrim, anggota Koramil, Satpol PP, serta tim medis turut hadir di lokasi kejadian untuk melakukan penanganan, pendataan saksi, dan identifikasi korban. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Pesan Kapolsek Kunduran
Kapolsek Kunduran Iptu Budi Santoso, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serta mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di sekitar perairan.
“Kami mengimbau agar anak-anak tidak bermain atau berenang di embung tanpa pengawasan orang dewasa. Peristiwa ini menjadi pengingat bersama agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Kapolsek.
Peristiwa ini menambah daftar kasus kecelakaan air yang menimpa anak-anak dan menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak, khususnya di wilayah pedesaan yang memiliki banyak embung dan perairan terbuka.















