Tangis Jadi Juara: Ini Deretan Emoji Favorit Orang Indonesia Sepanjang 2025

TUTURPEDIA - Tangis Jadi Juara: Ini Deretan Emoji Favorit Orang Indonesia Sepanjang 2025
banner 120x600

Tuturpedia.com — Emoji menangis terharu atau terisak ternyata menjadi ekspresi digital paling populer di Indonesia sepanjang 2025. Data yang dirilis platform konten digital Tuturpedia menunjukkan emoji wajah menangis mencatat penggunaan tertinggi, yakni 5.928.234 kali dalam periode 1 Januari hingga 16 Desember 2025.

Temuan ini terangkum dalam infografik “Emoji Favorit Orang Indonesia” yang dipublikasikan pekan ini. Data tersebut dihimpun dari agregasi percakapan dan interaksi digital yang dipantau sepanjang tahun, mencerminkan kecenderungan ekspresi warganet di ruang daring.

Di posisi kedua, emoji api (🔥) mencatat angka serupa, 5.928.234 penggunaan. Sementara itu, tanda centang hijau (✅) menempati peringkat berikutnya dengan 3.358.613 kali pemakaian. Emoji berkilau atau sparkles (✨) menyusul dengan 3.039.713 penggunaan.

Menariknya, simbol hati merah (❤️) berada di angka 2.733.386, di bawah ekspresi tangis dan api. Adapun emoji tertawa hingga menitikkan air mata (😂) tercatat 1.439.411 kali, disusul simbol tangan membentuk hati (🫶) sebanyak 1.200.445 penggunaan.

Di lapisan bawah daftar, bintang (⭐) muncul 407.013 kali, wajah tersenyum hangat (😊) 310.067 kali, dan tengkorak (💀) 212.363 kali.

Cermin Emosi Publik

Secara global, tren penggunaan emoji kerap mencerminkan dinamika psikologis dan sosial masyarakat digital. Laporan berkala dari Unicode Consortium, lembaga yang menetapkan standar emoji dunia, menunjukkan bahwa wajah tertawa dan simbol hati biasanya mendominasi penggunaan global. Namun, dinamika lokal sering kali menghadirkan pola berbeda.

Dominasi emoji menangis dalam data ini bisa dimaknai beragam: dari ekspresi haru, simpati, hingga respons sarkastik yang lazim di budaya internet Indonesia. Dalam praktiknya, emoji tersebut tidak selalu merepresentasikan kesedihan literal, melainkan juga penekanan emosional dalam konteks humor maupun empati kolektif.

Sementara itu, tingginya penggunaan emoji api dan tanda centang mengindikasikan budaya apresiasi dan afirmasi yang kuat di media sosial. Emoji api lazim dipakai untuk memuji, mulai dari penampilan hingga pencapaian, sedangkan centang hijau sering diasosiasikan dengan persetujuan atau validasi.

Bahasa Universal yang Kian Lokal

Fenomena ini menegaskan bahwa emoji telah berkembang menjadi bahasa universal dengan dialek lokal. Di Indonesia, pemaknaannya sering kali dipengaruhi kultur percakapan yang ekspresif, cair, dan kontekstual.

Pengamat komunikasi digital menilai, pola penggunaan emoji dapat menjadi indikator suasana sosial yang lebih luas, mulai dari antusiasme publik terhadap isu tertentu hingga cara generasi muda membangun kedekatan emosional secara daring.

Dengan lebih dari lima juta penggunaan untuk satu jenis emoji dalam kurun kurang dari setahun, satu hal menjadi jelas: di tengah derasnya arus informasi dan opini, warganet Indonesia tetap mengandalkan simbol-simbol kecil untuk menyampaikan perasaan yang besar.***

tuturpedia.com - 2026