banner 728x250
News  

Tanggapi Jemaah Aolia yang Salat Id Lebih Awal, MUI: Ini Kesalahan

Ketua MUI Bidang Fatwa menyebut penetapan 1 Syawal jemaah Masjid Aolia ialah kesalahan. Foto: Laman MUI
Ketua MUI Bidang Fatwa menyebut penetapan 1 Syawal jemaah Masjid Aolia ialah kesalahan. Foto: Laman MUI
banner 120x600

Tuturpedia.com – Jemaah Masjid Aolia Gunungkidul, Yogyakarta diketahui telah menetapkan 1 Syawal 1445 H jatuh pada Jumat, 5 April 2024 lalu.

Dikutip Tuturpedia.com dari laman mui.or.id pada Senin (8/4/2024), Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Ni’am Sholeh pun menanggapi hal tersebut sebagai sebuah kesalahan yang sangat perlu untuk diingatkan.

“Kasus di sebuah komunitas di Gunungkidul itu jelas kesalahan, perlu diingatkan,” tutur Kiai Ni’am.

Kiai Ni’am mengatakan bahwa kepercayaan yang diyakini oleh jemaah Aolia tersebut perlu dikaji lebih lanjut.

Apabila hal tersebut merupakan ketidaktahuan masyarakat, maka ia menegaskan agar mereka harus segera diingatkan.

Namun jika praktik keagamaan tersebut dilakukan dengan sadar dan penuh keyakinan, maka Kiai Ni’am menyatakan hal tersebut dihukum haram.

“Bisa jadi dia melakukannya karena ketidaktahuan, maka tugas kita memberi tahu, kalau dia lalai, diingatkan,” lanjutnya.

“Kalau praktik keagamaan itu dilakukan dengan kesadaran dan menjadi keyakinan keagamaannya, maka itu termasuk pemahaman dan praktik keagamaan yang menyimpang, mengikutinya haram,” sambungnya.

Lebih lanjut, Kiai Ni’am juga menjelaskan jika penentuan terkait awal serta akhir bulan Ramadan telah ditentukan oleh syariat dan ilmu khusus.

Oleh karena itu tidak diperkenankan jika penentuannya berdasarkan dengan kejahilan.

“Bagi yang tidak memiliki ilmu dan keahlian, wajib mengikuti yang punya ilmu dan keahlian. Tidak boleh menjalankan ibadah dengan mengikuti orang yang tidak punya ilmu di bidangnya,” ujar Kiai Ni’am.

Diberitakan sebelumnya, ribuan jemaah Masjid Aolia yang tinggal di Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta merayakan Idulfitri 1445 Hijriah lebih awal pada Jumat (5/4/2024) lalu.

Pelaksanaan ibadah salat Idulfitri tersebut dilaksanakan di sejumlah titik di Giriharjo, di antaranya di Masjid Aolia dan di kediaman pimpinan jemaah Masjid Aolia Raden Ibnu Hajar Pranolo di Dusun Panggang III, Giriharjo.

Imam jemaah Aolia, Raden Ibnu Hajar Pranolo alias Mbah Benu mengatakan penentuan 1 Syawal tersebut didasarkan pada keyakinannya, di mana malam 30 Ramadan bertepatan pada Kamis (4/4/2024).

Dia mengaku penentuan hari raya Idulfitri 2024 tersebut didapatkan setelah menelepon Allah.***

Penulis: Sri Sulistiyani.

Editor: Annisaa Rahmah.

tuturpedia.com - 2026