Semarang, Tuturpedia.com – Salah satu bentuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan, Taman Gajah Mungkur di Jalan S. Parman Kota Semarang bakal disulap menjadi Taman dan Monumen RM Bambang Soeprapto.
Pembangunan Taman dan Monumen RM Bambang Soeprapto merupakan program CSR dari Paguyuban Keluarga Besar Brimob (PKBB), dengan nilai anggaran pembangunan sebesar Rp5,3 miliar dan dibangun di lahan seluas kurang lebih 605 m2.
Ketua Umum PKBB, Komjen Pol P Drs. Imam Sudjarwo, M.si berterima kasih kepada Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu yang telah meminjamkan lahan tersebut.
“Dan nanti jika sudah jadi, akan kita serahkan lagi ke Wali Kota Semarang supaya bisa dimanfaatkan untuk sarana mengenang perjuangan bangsa Indonesia, termasuk yang ada di Jawa Tengah,” katanya usai groundbreaking Taman dan Monumen RM Bambang Soeprapto, Kamis (19/12/2024).
Diketahui, RM Bambang Soeprapto merupakan tokoh Pemuda Semarang sekaligus aktivis Pemuda Pro Kemerdekaan. Ia juga sebagai tokoh perjuangan bersenjata di masa Revolusi Kemerdekaan, kemudian menjadi sosok memimpin dalam pertempuran lima hari di Semarang.
“Membuat taman ini lebih bagus, lebih indah, nanti ditata sedemikian rupa, diberikan tegnologi, sehingga bisa menjadi tempat wisata di Kota Semarang, karena di situ bisa melihat sejarah, ternyata banyak pejuang di bangsa kita ini,” ungkapnya.
Lanjutnya, ini merupakan penghormatan terhadap sejarah untuk bisa mengingat kembali jasa-jasanya, yang tentunya ikut andil besar dalam eksistensi bangsa Indonesia terutama di Jawa Tengah.
“Kami mohon doa restu kepada seluruh bangsa Indonesia, entah kapan, secepatnya beliau diangkat sebagai pahlawan nasional. Semoga ini membawa barokah kita semua, bisa memberikan sesuatu kontribusi kususnya masyarakat Kota Semarang dengan hadirnya monumen RM Bambang Soeprapto, kita menjadi saksi sejarah, diawali dari inilah kita bisa mewujudkan itu semua,” harapnya.
Senada, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengaku sangat senang dan bangga, sejumlah taman menggambarkan tokoh-tokoh Kota Semarang.
“Kalau dibangun monumen ini akan memberikan sejarah pertempuran masa lalu. Beliau menjadi salah satu pahlawan di peperangan melawan penjajah pada 1945, termasuk pertempuran lima hari. Saya baru tahu sejarah seperti ini,” terangnya.
Ia pun berpesan, jangan sekali-kali melupakan sejarah, monumen ini diharapkan bisa membawa berkah bagi masyarakat Kota Semarang.
“Kita jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Kami merasa bersyukur diingatkan beliau-beliau dengan cara membangun monumen ini. Selain mengingat sejarah, mempercantik taman dan menjadi salah satu tempat edukasi bagi anak-anak kita,” imbuhnya.***
Kontributor Kota Semarang: Alan Henry Pambuko
Editor: Annisaa Rahmah
