Semarang, Tuturpedia.com — Kasus kematian seorang tahanan di Polsek Genuk, Kota Semarang, tengah menjadi sorotan. Seorang pria berinisial MH, yang sebelumnya ditahan atas dugaan pencabulan, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga mengalami penganiayaan dari sesama tahanan di dalam sel.
Peristiwa ini kini ditangani serius oleh Propam Polda Jawa Tengah. Sejumlah personel Polsek Genuk sudah diperiksa terkait dugaan kelalaian dalam pengawasan tahanan.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan polisi, MH sempat mengalami pengeroyokan oleh dua tahanan lain yang menghuni sel yang sama. Penganiayaan itu dilakukan dengan tangan kosong. MH kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, namun nyawanya tak tertolong.
“Korban meninggal dunia setelah mendapat perawatan. Penganiayaan dilakukan oleh dua tahanan lain dengan tangan kosong,” kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, dikutip dari keterangan resminya.


Pemeriksaan Terhadap Anggota Polisi
Kematian MH memicu langkah cepat dari Propam Polda Jateng. Beberapa personel yang bertugas pada saat kejadian telah dimintai keterangan, termasuk Kapolsek Genuk Kompol Rismanto, Kanit Reskrim, perwira pengawas (pawas), dan anggota jaga tahanan.
“Semua yang berkaitan dengan pengawasan di Polsek Genuk sudah diperiksa. Jika ditemukan pelanggaran prosedur, akan ada sidang disiplin dan kode etik,” tegas Artanto.
Pelaku Penganiayaan
Meski polisi sudah mengantongi identitas dua tahanan yang diduga menjadi pelaku penganiayaan, detail identitasnya belum dibuka ke publik. Motif penganiayaan juga masih dalam penyelidikan.
Dari informasi sementara, keduanya kini menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik.
Sanksi Disiplin Menanti
Propam memastikan, jika ada anggota polisi yang terbukti lalai dalam menjalankan tugas pengawasan, maka akan dijatuhi sanksi tegas. Proses sidang disiplin dan kode etik dipersiapkan untuk menilai sejauh mana kesalahan prosedur terjadi.
“Kami pastikan ada konsekuensi bagi anggota yang tidak melaksanakan tugas sesuai aturan,” tambah Artanto.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena menyoroti soal keamanan dan pengawasan di ruang tahanan. Banyak pihak menilai, insiden ini harus menjadi evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Sumber foto: Istimewa
Penulis: Permadani T. || Editor: Permadani T.















