Tuturpedia.com — Industri film Indonesia kembali kedatangan karya yang hangat, segar, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Film “Suka Duka Tawa” resmi merilis official teaser trailer yang langsung mencuri perhatian publik. Bukan sekadar film drama komedi, karya terbaru dari Aco Tenriyagelli ini mengajak penonton menyelami dinamika keluarga, terutama hubungan ayah dan anak perempuan, yang sering kali menyisakan jarak, luka, sekaligus harapan.

Film produksi BION Studios dan Spasi Moving Image ini menampilkan Rachel Amanda sebagai Tawa, seorang komika muda yang sedang merintis karier di dunia stand-up comedy. Dalam teaser, kita melihat Tawa berjuang mencuri tawa penonton lewat materi-materi panggungnya. Namun setelah respons penonton terasa hambar, Tawa mulai mencari cara untuk lebih dekat dengan audiens, hingga akhirnya ia memberanikan diri membawa kisah personalnya ke panggung.

Keputusan ini menjadi turning point dalam perjalanan Tawa. Di balik candanya, tersimpan luka masa kecil ditinggal sang ayah, Keset (diperankan oleh Teuku Rifnu Wikana). Ia tumbuh hanya bersama sang ibu (diperankan Marissa Anita), dan luka tersebut menjadi inspirasi materi komedinya—membuat penonton tertawa sekaligus terenyuh.
Mengusung Tema Relasi Ayah–Anak yang Jarang Diangkat dalam Komedi
Film ini bukan hanya soal stand-up comedy. Lebih dari itu, “Suka Duka Tawa” mengeksplorasi isu yang sangat dekat, namun jarang diangkat dalam genre komedi: kompleksitas hubungan orangtua dan anak.
“Saya selalu tertarik dengan relasi manusia, terutama relasi orangtua dan anak. Tawa ditinggalkan ayahnya sejak kecil, dan kemudian ayahnya kembali saat ia dewasa. Ia berusaha mengobati duka dan lukanya dengan komedi,” ungkap Aco Tenriyagelli, sutradara film ini.
Dalam teaser, Aco memperlihatkan gesekan dua generasi yang tumbuh dari dunia komedi yang berbeda. Keset berasal dari panggung lawakan televisi era 90–2000-an, sementara Tawa besar di era stand-up comedy modern. Perbedaan gaya komedi ini menjadi simbol jarak emosional yang hadir di antara mereka.
Menurut Aco, konflik tersebut sangat universal dan dekat dengan banyak orang. “Ada kecanggungan antara anak dan orangtuanya, dan perasaan itu saya rasa sangat universal untuk dialami banyak orang,” tambahnya.
Diperkuat oleh Nama-Nama Besar Stand-Up Comedy dan Aktor Berkarakter
Selain Rachel Amanda, film ini turut dibintangi deretan komedian dan aktor yang tak asing bagi penikmat panggung humor Indonesia. Ada Bintang Emon, Arif Brata, Gilang Bhaskara, Enzy Storia, Myesha Lin, Nazira C. Noer, Mang Saswi, hingga Abdel Achrian. Bahkan beberapa stand-up comedian ternama juga tampil spesial, mulai dari Pandji Pragiwaksono hingga Virzha Logika. Dihadirkannya para komika ini membuat warna komedi dalam film terasa natural dan autentik.
Produser film, Tersi Eva Ranti, menilai film ini menjadi momentum spesial bagi sang sutradara. “Film Suka Duka Tawa menjadi karya yang sangat personal bagi Aco karena menjadi debut layar lebarnya sebagai sutradara. Kami memberikan ruang yang begitu luas untuk Aco mengeksplorasi kebebasan kreatifnya, sehingga film ini terasa lucu namun juga menyentuh,” jelasnya.
Jadi Film Penutup JAFF 20: Tidak Hanya Menghibur, Tapi Memeluk Penonton
“Suka Duka Tawa” akan menjadi closing film di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-20 pada 6 Desember 2025. Momen ini juga menjadi perjalanan emosional bagi Aco, yang turut tumbuh dan belajar di festival tersebut.
“JAFF sudah menjadi ruang saya tumbuh sebagai filmmaker… jadi sungguh sebuah kehormatan untuk bisa memutar film pertama saya sebagai penutup JAFF 2025,” ungkap Aco. Ia berharap film ini bisa memberikan pengalaman healing bagi penonton. “Film ini berbicara banyak tentang luka dan menertawakan luka… harapannya penonton bisa keluar dari bioskop lalu berani menerima luka mereka sebagai proses bertumbuh.”
Aktris utama, Rachel Amanda, menambahkan, “Karakter Tawa menggambarkan perjalanan hidup yang kita lalui. Ketika hidup tidak menyenangkan baginya, ditertawakan saja.”
Mengapa Film Ini Layak Masuk Watchlist Kamu?
– Membawa genre drama-komedi keluarga yang hangat dan relate
– Mengangkat isu yang dekat dengan banyak orang: luka dalam keluarga
– Didukung komika dan aktor yang kuat karakter
– Menawarkan pengalaman tawa + tangis sekaligus
Film ini terasa seperti pelukan bagi penonton yang pernah menyimpan luka dalam keluarga, dan mengajak kita untuk berdamai lewat humor.
Jangan lewatkan perjalanan emosional dan hangat dari Tawa dalam “Suka Duka Tawa”. Ikuti kabar terbaru film ini di Instagram @sukadukatawafilm, dan bersiaplah menyaksikannya segera di jaringan bioskop seluruh Indonesia. Siapkan hati—karena film ini bukan hanya mengundang tawa, tapi juga membantu kamu berdamai dengan luka.















