banner 728x250
News  

Siswa SMPN 1 Ponorogo Diminta Bayar Iuran Rp 1,7 Juta Demi Mobil Baru, Pihak Disdik Hubungi Kepsek Buat Kaji Ulang

Kepala sekolah minta siswa SMPN 1 Ponorogo bayar iuran jutaan demi beli mobil baru. FOTO: Instagram.com/smpn1ponorogo
Kepala sekolah minta siswa SMPN 1 Ponorogo bayar iuran jutaan demi beli mobil baru. FOTO: Instagram.com/smpn1ponorogo
banner 120x600

Tuturpedia.com – Viral Kepala Sekolah SMPN 1 Ponorogo minta iuran Rp 1.7 juta untuk beli mobil baru. 

Dikutip Tuturpedia.com dari berbagai sumber pada Kamis (5/10/2023), berawal dari beredarnya surat permohonan permintaan iuran kepada wali murid SMPN 1 Ponorogo yang viral dan menghebohkan banyak pihak.

Wali murid mengaku memang mendapatkan selebaran terkait uang sumbangan yang berisi keterangan bahwa sekolah membutuhkan dana senilai Rp 500 juta. 

Menurut kepala sekolah SMPN 1 Ponorogo mengaku jika sumbangan tersebut akan digunakan untuk keperluan operasional sekolah. 

Sumbangan atau iuran yang diminta dari wali murid sebesar Rp 1.7 juta akan digunakan untuk pembelian mobil baru, komputer serta peralatan musik. 

Imam Mujahid selaku kepala sekolah SMPN 1 Ponorogo menjelaskan bahwa iuran yang diminta merupakan program dari komite sekolah. 

Pihak sekolah pun menjelaskan jika sumbangan tersebut bersifat sukarela dengan adanya keringanan atau pembebasan biaya bagi orang tua yang tidak mampu membayar.

Selain itu, pihaknya juga menjelaskan jika sumbangan tersebut sudah sesuai dengan prosedur dan atas dasar persetujuan seluruh wali murid kelas 7. 

“Jadi itu memang program komite karena komite mitra sekolah. Jadi sekolah manut pada komite,” kata Imam.

“Komite yang membuat kebijakan bersama orang tua. Kedua proses yang dilalui sangat panjang dan itu pertimbangan yang banyak,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Imam penjelaskan jika rapat bersama komite dan wali murid tersebut juga dihadiri oleh aparat penegak hukum untuk memberikan sambutan. 

Imam mengatakan jika iuran tersebut dimaksudkan untuk pengembangan serta peningkatan fasilitas sekolah yang sudah lama seperti komputer, alat musik dan juga mobil.

Menurutnya mobil yang diminta pun nantinya akan digunakan untuk kegiatan siswa seperti OSIS, mengantarkan murid lomba dan sebagainya. 

Pihak sekolah berdalih jika mobil yang dimiliki oleh sekolah saat ini sudah tidak layak pakai dan kerap kali mogok saat digunakan untuk menunjang kegiatan sekolah. 

Usai viralnya postingan permohonan sumbangan ini, Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo, Nurhadi meminta pihak sekolah untuk membatalkan membeli mobil operasional.

Pihak Disdik juga bahkan sudah menghubungi Kepala SMPN 1 Ponorogo dan Komite untuk merevisi dan mengkaji ulang rencana penarikan iuran siswa yang mencapai jutaan rupiah itu. 

Kepala Sekolah SMPN 1 Ponorogo akhirnya akan menunda serta mengkaji ulang usulan tersebut. Pihaknya juga akan memanggil wali murid dan mendengarkan keluhan dari mereka. 

Selain itu, dinas pendidikan setempat pun berjanji akan ikut melakukan evaluasi terkait kebijakan sekolah serta akan meminta keterangan pihak kepala sekolah dan komite sekolah.***

Penulis: Niawati

Editor: Nurul Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

tuturpedia.com - 2026