Blora, Tuturpedia.com – Satu tahun kepemimpinan Bupati Blora Arief Rohman bersama Wakil Bupati Sri Setyorini, derap pembangunan di Kabupaten Blora terus digeber. Tahun 2025 menjadi catatan penting dengan sejumlah capaian nyata dan terukur di berbagai sektor strategis. Sabtu, (21/02/206).
Tak sekadar slogan, pembangunan disebut menyentuh hingga level desa. Infrastruktur jalan, jembatan, pendidikan, hingga program sosial dan ekonomi menunjukkan progres signifikan.

99 Ruas Jalan Dibangun, Anggaran Rp403 Miliar
Sepanjang 2025, pembangunan jalan mencakup 99 ruas dengan total 105 kegiatan. Panjang jalan terbangun mencapai 121,14 kilometer yang bersumber dari APBD, Banprov Jateng dan APBD-P, serta tambahan 20,81 kilometer dari program Inpres.
Total anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan jalan mencapai Rp403 miliar.
Data kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Blora menunjukkan 69,51 persen atau 636,823 kilometer dalam kondisi mantap. Sementara 30,49 persen atau 279,277 kilometer masih dalam kategori tidak mantap.
Tak hanya itu, sebanyak 8.377 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) juga telah terbangun untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Enam Jembatan Direhabilitasi
Di sektor infrastruktur jembatan, Pemkab Blora mengalokasikan anggaran Rp13,4 miliar untuk rehabilitasi enam jembatan strategis yang menghubungkan antarwilayah dan mendukung distribusi hasil pertanian.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari penguatan konektivitas wilayah dan pemerataan pembangunan di seluruh kecamatan.
Pendidikan Jadi Prioritas
Pemerintah Kabupaten Blora juga mencatat capaian signifikan di sektor pendidikan. Sepanjang 2025, pembangunan dan rehabilitasi dilakukan pada, 2 unit PAUD dan 4 TK, 139 SD, 48 SMP. Total anggaran pendidikan mencapai Rp59,23 miliar yang bersumber dari APBN, Banprov, dan APBD.
Program peningkatan kualitas sumber daya manusia juga terus digulirkan. Program 1 Desa 2 Sarjana telah berjalan di 198 desa dengan 279 mahasiswa menerima bantuan biaya hidup. Selain itu, Program 1 Desa 1 Hafidz menjangkau 295 desa.
Sebanyak 1.113 anak menerima Kartu Blora Pintar, sementara insentif juga diberikan kepada guru Madin, TPQ, Sekolah Minggu, serta 5.859 Ketua RT dan RW.
Kemiskinan Turun, Ekonomi Tumbuh
Pada aspek sosial, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 11,42 persen pada 2024 menjadi 10,58 persen di 2025. Sebanyak 1.882 warga tercatat tergraduasi dari kemiskinan. Sebanyak 1.102 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) juga ditangani untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Dari sisi ekonomi, pertumbuhan Kabupaten Blora pada 2025 mencapai 7,51 persen (year-on-year), meningkat tajam dibandingkan 3,04 persen pada 2024.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat 72,35. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) berada di angka 75,61, sementara Indeks Inovasi Daerah mencapai 91,68.
Komitmen Berkelanjutan
Bupati Arief Rohman dan Wakil Bupati Sri Setyorini menegaskan bahwa capaian satu tahun ini bukanlah akhir, melainkan pijakan untuk percepatan pembangunan berikutnya.
“Bukan sekadar angka, tapi bukti komitmen membangun dari desa hingga kota,” menjadi semangat yang terus digaungkan.
Dengan infrastruktur yang semakin mantap, akses pendidikan yang kian merata, serta pertumbuhan ekonomi yang meningkat, Pemerintah Kabupaten Blora optimistis pembangunan berkelanjutan akan semakin memperkuat daya saing daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
















