Blora, Tuturpedia.com – Di tengah hiruk-pikuk arus mudik dan gemuruh takbir Lebaran 2026, media sosial warga Blora, Jawa Tengah, sempat memanas. Namun, bukan karena suhu udara, melainkan karena “serangan” cuitan pedas netizen terhadap sering viralnya kota dengan julukan penghasil minyak serta jati ini.
Menariknya, respons Bupati Blora, Arief Rohman, justru menjadi buah bibir masyarakat karena dinilai menunjukkan kelas tersendiri dalam hal kesabaran dan keikhlasan. Rabu, (25/03/2026).
Bukannya membalas dengan nada tinggi atau menutup kolom komentar, Bupati yang akrab disapa Mas Arief ini justru menanggapi kritik tajam hingga nyinyiran netizen dengan kepala dingin, bahkan sesekali diselingi doa dan ajakan untuk bermuhasabah (introspeksi diri).
Belajar Sabar dari Sang Pemimpin
Fenomena ini memancing beragam reaksi positif dari warga. Banyak yang menilai sikap tenang sang Bupati di tengah tekanan media sosial adalah cerminan nyata dari ibadah puasa yang baru saja dijalani.
Muhasabah di Tengah Kritik
Mas Arief sapaan akrabnya seringkali menjawab kritik mengenai infrastruktur atau layanan publik dengan ucapan terima kasih dan komitmen untuk terus memperbaiki diri.
Keikhlasan melayani dan sikap tidak reaktif inilah, yang dinilai Bagi sebagian warga, menunjukkan kematangan emosional dalam memimpin. Bahkan, di tengah-tengah Vibe Ramadhan maupun Lebaran ini, sikap tersebut dianggap sebagai aksi nyata “maaf-memaafkan” yang melampaui sekadar ucapan dalam kartu lebaran.
“Melihat cara Pak Bupati balas komentar pedas itu kayak belajar ilmu ikhlas secara live. Gak gampang lho, apalagi pas lagi capek-capeknya ngurus persiapan Lebaran,” ujar Aris (32), salah satu warga asli Blora yang aktif memantau medsos.
Respons Masyarakat: Antara Kagum dan Edukasi Politik
Masyarakat melihat ini bukan sekadar pencitraan, melainkan edukasi bagi netizen agar lebih bijak dalam berpendapat. Di sisi lain, hal ini juga menjadi pengingat bagi jajaran pemerintahan daerah untuk tetap telaten melayani meski di bawah sorotan tajam.
Sikap “jembar dadane” (lapang dada) yang ditunjukkan Bupati Blora ini diharapkan menjadi tren positif bagi pejabat publik lainnya di tahun 2026, di mana arus informasi bergerak begitu cepat dan terkadang liar.




















