Semarang, Tuturpedia.com – Ibu Kota Jawa Tengah sedang tidak baik-baik saja. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, rentetan aksi arogan kelompok yang diduga Debt Collector (DC) menyasar warga di berbagai titik strategis Kota Semarang. Tak hanya merampas kendaraan, aksi mereka yang disertai intimidasi terang-terangan di ruang publik telah menyulut kemarahan besar di jagad maya.
Kronologi Teror: Dari Pengepungan hingga Perampasan di Jalan Tol
Aksi premanisme berkedok penagihan utang ini tercatat setidaknya terjadi dalam tiga insiden besar yang mencekam:
- Kamis, 19 Februari 2026: Media sosial dihebohkan dengan video suasana mencekam di Jalan Arteri Yos Sudarso. Satu keluarga yang tengah melintas dikepung oleh sekelompok pria kekar. Isak tangis dan ketakutan anggota keluarga di dalam mobil tak menyurutkan nyali para pelaku untuk terus menekan korban.
- Pekan yang Sama: Kejadian serupa dilaporkan terjadi di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Penggaron, Pedurungan. Lokasi yang ramai pengunjung ternyata tak membuat komplotan ini ragu untuk melancarkan aksi arogannya.
- Selasa, 24 Februari 2026: Viral video perampasan kunci mobil yang menimpa rombongan wisata asal Jepara di Jalan Tol Kaligawe. Video yang diambil pada 7 Februari lalu ini memperlihatkan intimidasi terhadap penumpang yang mayoritas perempuan. Para pelaku memaksa merampas kunci di tengah jalur bebas hambatan, sebuah tindakan yang dinilai sangat membahayakan nyawa.
Pelaku Diduga Komplotan yang Sama
Netizen menyoroti kemiripan wajah dan modus operandi dari para pelaku di berbagai lokasi tersebut. Diduga kuat, ada satu kelompok besar yang sengaja bergerak liar di jalanan Kota Semarang. Masyarakat kini mulai merasa was-was saat berkendara, terutama jika melintasi titik-titik rawan yang pernah menjadi lokasi kejadian.
“Ini sudah bukan sekadar penagihan, ini murni premanisme di jalanan. Polisi harus sikat habis sebelum ada korban jiwa,” tulis salah satu komentar netizen yang membanjiri kolom unggahan viral tersebut.
Respons Kepolisian
Pihak kepolisian telah mengonfirmasi bahwa mereka sudah mengantongi informasi dan bukti-bukti video yang beredar. Saat ini, tim gabungan sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi identitas para pelaku.
Polisi berjanji akan melakukan tindakan tegas dan terukur. “Kami tidak memberikan ruang bagi aksi premanisme di Kota Semarang. Para pelaku sedang kami buru,” tegas pihak kepolisian dalam keterangan singkatnya.
