Blora, Tuturpedia.com – Ancaman abrasi Sungai Lusi kembali memakan korban. Kali ini, sebuah hunian milik Bapak Sarman, warga Jl. Reksodiputro Gang Cimanuk No. 7, RT 04/RW 03, Kelurahan Kedung Jenar, Kabupaten Blora, Kecamatan Blora kota, mengalami kerusakan parah akibat tanah longsor yang terjadi mendadak. Senin, (16/02/2026).
Visual di lokasi menunjukkan pemandangan yang menyayat hati. Bagian belakang bangunan rumah kini menggantung di bibir jurang setelah tanah di bawahnya amblas tergerus arus sungai. Sebagian konstruksi bangunan pun tampak sudah roboh, meninggalkan lubang menganga yang mengancam keselamatan penghuni jika terjadi longsor susulan.
Hidup dalam Bayang-bayang Bahaya
Keluarga Sarman kini terpaksa hidup dalam kekhawatiran tinggi. Longsor yang memicu kerusakan ini bukan sekadar insiden kecil, melainkan ancaman nyata terhadap tempat tinggal yang telah dihuni bertahun-tahun.
“Kondisinya sangat mengkhawatirkan. Tanah di bawah bangunan sudah hilang terbawa arus. Kalau hujan deras lagi, kami takut seluruh bangunan akan ikut terseret ke dasar sungai,” ungkap Gunawan, salah satu tetangga korban.
Kondisi geografis wilayah Kedung Jenar yang berada di bantaran Sungai Lusi memang menjadikannya zona merah rawan longsor, terutama saat debit air meningkat drastis di musim penghujan.
Butuh Solusi Permanen, Bukan Sekadar Peninjauan
Insiden yang menimpa keluarga Sarman ini menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Gunawan berharap ada tindakan nyata berupa:
- Pemasangan Bronjong atau Talud: Sebagai penahan tanah agar abrasi tidak meluas ke pemukiman warga lainnya.
- Bantuan Rehabilitasi Rumah: Mengingat kerusakan yang diderita masuk kategori berat dan membahayakan nyawa.
- Kajian Relokasi: Jika area tersebut sudah tidak memungkinkan lagi untuk ditempati secara teknis.
Terahkir, Gunawan mendesak instansi terkait untuk segera turun ke lapangan melakukan asesmen cepat. Jangan sampai menunggu ada korban jiwa atau pemukiman warga lainnya rata dengan tanah sebelum penanganan serius dilakukan.
