Blora, Tuturpedia.com – Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Blora dan sekitarnya. Akhir pekan kali ini dipastikan akan terasa berbeda dengan hadirnya sebuah perhelatan seni budaya akbar bertajuk Pagelaran Wayang dan Barongan yang siap digelar meriah pada Sabtu malam, 11 Juli 2026. Jumat, (10/07/2026).
Acara yang menjadi bagian dari rangkaian Ruwatan Massal Sukerta 2026 ini akan dipusatkan di Stadium Seni Budaya Tirtonadi (Taman Tirtonadi Blora) mulai pukul 18.30 WIB. Menariknya, pagelaran ini terbuka untuk umum dan dapat dinikmati secara gratis oleh seluruh lapisan masyarakat.
Bupati Blora, Arief Rohman, secara langsung mengajak warga untuk memanfaatkan momentum ini sebagai ajang berkumpul sekaligus melestarikan budaya lokal. Melalui akun media sosialnya, ia mengimbau masyarakat agar tidak melewatkan pertunjukan spesial tersebut.

“Jangan lewatkan keseruan Pagelaran Wayang dan Barongan. Ajak keluarga, tetangga, dan konco-konco untuk meramaikan,” tulis dalam medsosnya.
Ajakan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa budaya bukan hanya milik seniman, tetapi milik bersama yang harus dirawat dan dinikmati secara kolektif oleh masyarakat.
Kolaborasi Seniman Lintas Daerah
Pagelaran malam minggu ini dipastikan akan menghadirkan tontonan berkualitas tinggi. Sejumlah seniman ternama lintas daerah turut ambil bagian dalam memeriahkan acara, menciptakan kolaborasi yang jarang ditemui dalam satu panggung.
Di antaranya adalah Ki Alif Kriwul dari ISI Surakarta yang akan tampil berkolaborasi dengan DAV Sakadang, serta Ki Winardie dari Tulungagung yang dikenal dengan gaya pedalangan khasnya.
Tak hanya itu, panggung juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan Wayang Kulit dan Barongan—dua ikon budaya yang telah melekat kuat dengan identitas Blora. Energi pertunjukan akan semakin lengkap dengan hadirnya kesenian Tayub serta aksi kreatif dari Komunitas Siswa Kahanan, yang menghadirkan sentuhan generasi muda dalam pelestarian budaya.
Kolaborasi lintas generasi dan lintas daerah ini menjadi simbol kuat bahwa seni tradisi terus hidup dan berkembang, mengikuti zaman tanpa kehilangan jati diri.
Ruwatan Massal, Tradisi Sarat Makna
Selain sebagai hiburan, pagelaran ini juga memiliki nilai spiritual melalui prosesi Ruwatan Massal Sukerta. Tradisi ruwatan dipercaya sebagai upaya membersihkan diri dari kesialan atau energi negatif, sekaligus memohon keselamatan dan keberkahan.
Kehadiran masyarakat dalam acara ini diharapkan tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga merasakan nilai-nilai filosofi yang terkandung di dalamnya.
Bisa Disaksikan dari Mana Saja
Bagi masyarakat Blora yang sedang merantau atau tidak dapat hadir langsung di lokasi, panitia juga telah menyiapkan fasilitas live streaming. Seluruh rangkaian acara dapat disaksikan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Samin TV.
Dengan demikian, semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya tetap bisa dirasakan, meski terpisah jarak.
Ajak Keluarga, Ramaikan Blora!
Pagelaran ini bukan sekadar hiburan, melainkan momentum kebangkitan budaya lokal yang dikemas secara modern dan inklusif. Pemerintah daerah berharap kegiatan semacam ini dapat terus digelar secara rutin sebagai bagian dari upaya menghidupkan ruang publik sekaligus mendukung sektor ekonomi kreatif masyarakat.
Jadi, bagi warga Blora dan sekitarnya, siapkan waktu Anda. Ajak keluarga, sahabat, dan kerabat untuk menikmati malam minggu yang berbeda—malam penuh seni, tradisi, dan kebersamaan di jantung kota Blora.














