Indeks

RUA Coffee Corner: Dari Garasi Rumah hingga Rencana Waralaba, Mengusung Filosofi “Ngopi Nggak Harus Mahal”

Sleman, Tuturpedia.com – Di tengah menjamurnya kedai kopi modern dengan harga yang kian kompetitif, sebuah usaha kecil di wilayah Caturtunggal, Depok, Sleman, mencoba menawarkan pendekatan berbeda. Mengusung konsep sederhana namun dekat dengan pelanggan, RUA Coffee Corner hadir dengan slogan yang mudah diingat: “ngopi nggak harus mahal.”

Usaha yang dirintis oleh M. Fakhrul Amri ini telah berjalan sekitar satu tahun. Awalnya, RUA Coffee Corner beroperasi sebagai coffee street di kawasan Seturan, salah satu pusat aktivitas mahasiswa di Yogyakarta. Konsep tersebut mengambil inspirasi dari atmosfer kedai kopi di kawasan Kotabaru yang dikenal santai, akrab, dan ramah bagi penikmat kopi dari berbagai kalangan.

“Awalnya kami mencoba membawa suasana kopi yang santai seperti di Kotabaru ke Seturan. Respons pelanggan Alhamdulillah cukup baik,” ujar Fakhrul melalui sambungan telepon.

Namun perubahan cuaca yang tidak menentu membuat operasional coffee street menjadi kurang efektif. Karena itu, Fakhrul kemudian memindahkan aktivitas kedai ke garasi rumah yang dikreasikan menjadi tempat ngopi sederhana. Lokasinya berada di Jalan Edua No. 34, Ngropoh, Caturtunggal, Depok, Sleman. Meski sederhana, tempat ini tetap memungkinkan pelanggan untuk dine in, selain layanan take away yang selama ini menjadi pilihan utama.

Menu Kopi hingga Cookies Ramadhan

RUA Coffee Corner mengusung menu yang cukup variatif, dengan fokus utama pada minuman kopi. Beberapa menu andalannya antara lain kopi susu, americano mocktail dengan varian leci dan mangga, serta beberapa olahan matcha.

Secara umum, menu minuman di kedai ini dibagi dalam empat kategori utama, yakni white coffee, non-coffee, matcha, dan blend.

Menariknya, harga yang ditawarkan relatif terjangkau. Fakhrul mengatakan sebagian besar menu dijual pada kisaran Rp10.000 hingga Rp18.000.

“Kami ingin menunjukkan bahwa menikmati kopi yang enak tidak selalu harus mahal. Itu yang menjadi semangat kami sejak awal,” kata Fakhrul.

Selain minuman, RUA Coffee Corner juga menjual produk makanan ringan seperti cookies, pastry, dan roti kering. Khusus pada bulan Ramadhan, produk-produk tersebut juga dipasarkan dalam bentuk paket parsel yang banyak diminati pelanggan untuk kebutuhan hadiah atau bingkisan.

Mengandalkan Pesanan Online

Seperti banyak usaha kuliner lain di Yogyakarta, RUA Coffee Corner juga memanfaatkan platform layanan pesan-antar digital. Kedai ini bekerja sama dengan ShopeeFood, GrabFood, dan GoFood untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas.

Fakhrul menuturkan, harga yang ditawarkan secara online dibuat hampir sama dengan harga offline, sebuah kebijakan yang tidak selalu ditemui di banyak kedai kopi.

“Biasanya harga online lebih mahal karena biaya platform. Tapi kami berusaha tetap mendekati harga offline supaya pelanggan tetap merasa terjangkau,” ujarnya.

Selama bulan Ramadhan, jam operasional kedai disesuaikan dengan pola aktivitas masyarakat. Layanan online dibuka mulai pukul 12.00 hingga 02.30 dini hari, sementara pelanggan yang datang langsung dilayani setelah waktu Asar hingga sekitar tengah malam.

Setelah Ramadhan, jam operasional akan kembali normal, yakni pukul 10.00 hingga 24.00 WIB.

Konsep Murah, Pengalaman Tetap Personal

Meski mengusung harga ekonomis dan tidak menggunakan konsep slow bar seperti kedai kopi spesialis, RUA Coffee Corner tetap berusaha menghadirkan pengalaman interaksi langsung dengan pelanggan.

Fakhrul menjelaskan bahwa barista di kedainya terbiasa berdialog dengan pelanggan untuk memahami preferensi rasa kopi yang diinginkan.

“Kami tetap ngobrol dengan pelanggan. Mereka suka kopi yang seperti apa, mau yang lebih ringan atau lebih kuat. Jadi walaupun bukan slow bar, pengalaman yang didapat pelanggan tetap terasa personal,” ujarnya.

Pendekatan ini, menurut Fakhrul, membuat pelanggan merasa lebih dekat dengan kedai.

Dua Cabang dan Rencana Ekspansi

Selain di Sleman, RUA Coffee Corner juga memiliki satu cabang lain di Klaten, tepatnya di Perakngingas Gang No. 20, dekat Masjid Al-Aqsa Klaten.

Konsep kedai di Klaten juga memanfaatkan ruang garasi yang disulap menjadi coffee corner. Namun berbeda dengan cabang Sleman yang banyak melayani pesanan online, cabang Klaten lebih ramai oleh pelanggan yang datang langsung untuk dine in maupun take away.

Ke depan, Fakhrul berencana membuka outlet baru setelah Lebaran sekaligus mulai menjajaki model waralaba (franchise) dan kerja sama kemitraan.

“Kami ingin membuka peluang kolaborasi dengan siapa pun yang ingin mengembangkan usaha kopi dengan konsep sederhana tapi tetap punya karakter,” katanya.

Layanan Pop-Up untuk Acara

Selain melayani pelanggan harian, RUA Coffee Corner juga menyediakan layanan pop-up coffee bar untuk berbagai acara, seperti pernikahan, ulang tahun, acara perusahaan, maupun kumpul keluarga.

Biasanya layanan ini disediakan untuk pesanan minimal 30 paket, dengan menu kopi yang disesuaikan dengan kebutuhan acara.

Model layanan semacam ini, menurut Fakhrul, semakin diminati karena memberi pengalaman minum kopi yang lebih interaktif bagi tamu undangan.

Filosofi “Small Corner, Make Your Day Bigger”

Dengan konsep sederhana dan harga yang ramah di kantong, RUA Coffee Corner mencoba membangun identitas sebagai kedai kopi yang inklusif.

Melalui slogan “Small Corner, Make Your Day Bigger”, Fakhrul berharap kedai kecil yang ia rintis bisa menjadi tempat singgah yang menyenangkan bagi siapa saja.

“Tempatnya memang kecil, tapi kami ingin orang pulang dengan perasaan lebih baik setelah minum kopi di sini,” ujarnya.

Di tengah kompetisi industri kopi yang semakin padat sebagaimana laporan yang beredar bahwa industri kopi nasional terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir, kehadiran kedai seperti RUA Coffee Corner menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus datang dari tempat besar.

Kadang, cukup dari sebuah sudut kecil di garasi rumah, selama ada secangkir kopi hangat dan percakapan yang jujur di dalamnya.***

Exit mobile version