Tuturpedia.com — Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, memberikan arahan yang cukup mengejutkan pada Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) DPW PSI Jawa Tengah di Hotel Sunan Solo, 8 Januari 2026. Dalam kesempatan tersebut, Kaesang mengajak seluruh kader partai untuk menyongsong Pemilu 2029 dengan satu visi besar: menjadikan Jawa Tengah sebagai “kandang gajah”, istilah yang dipakainya untuk menggambarkan wilayah itu sebagai basis kuat PSI.
Dalam pidatonya, Kaesang tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga menegaskan target-target konkret bagi PSI di provinsi yang selama ini dikenal sebagai daerah kuat partai lain. Menurutnya, struktur partai yang solid hingga ke akar rumput harus menjadi pondasi perjuangan.
“2029, pemilu selanjutnya, Jawa Tengah, (jadi) Kandang Gajah! Target kita ke depan 17 kursi di tingkat provinsi. Untuk kabupaten atau kota, minimal 100 fraksi harus terisi,” ucap Kaesang.
Kaesang menekankan pentingnya penguatan struktur partai sebagai kunci pemenangan. Ia mengaku target yang diusung memang tinggi bahkan terkesan ambisius, tetapi ia percaya jika semua kader bergerak bersama, target itu bukan sekadar impian. Ia meminta struktur DPW hingga DPD di seluruh Jawa Tengah segera dilengkapi dan dirapikan agar PSI bisa tampil optimal di kontestasi politik mendatang.
Suara PSI di Jawa Tengah: Kecil Tapi Bertumbuh
Dalam pernyataannya, Kaesang juga memetakan realitas hasil politik PSI di Jawa Tengah saat ini. Pada Pemilu 2024, PSI berhasil meraih sejumlah kursi legislatif di provinsi ini, di antaranya sejumlah kursi di DPRD Kota Solo dan Semarang serta di DPRD Provinsi Jawa Tengah namun dari sisi angka, perolehan suara masih relatif kecil bila dibanding dengan partai-partai besar yang sudah mapan.
Kaesang mengakui pencapaian itu, tetapi ia juga menyatakan belum puas. Ia menargetkan peningkatan jumlah kursi pada Pemilu 2029, dengan harapan PSI bisa membawa lebih banyak kadernya duduk baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Dalam pidato yang sama, Kaesang mencontohkan salah satu keberhasilan PSI di Jawa Tengah, yakni di Kota Solo. Ia menyebut PSI sempat hanya punya satu kursi DPRD pada pemilu sebelumnya, kemudian meningkat menjadi lima kursi dan bahkan berhasil menempatkan kadernya sebagai pimpinan DPRD Kota Solo, sebuah pertumbuhan yang menurut Kaesang menunjukkan potensi PSI di wilayah itu.
Respon dan Realitas Politik di Jateng
Pernyataan Kaesang mengundang respons dari berbagai pihak. Di satu sisi, pernyataannya dipandang sebagai upaya penyemangat internal PSI untuk memperkuat mesin politiknya menjelang Pemilu 2029. Di lain pihak, sejumlah pengamat politik menyebut target menjadikan Jawa Tengah “kandang gajah” bagi PSI sebagai sesuatu yang sangat ambisius karena provinsi itu selama ini dikenal sebagai basis kuat partai lain yang lebih dominan.
Misalnya, pengamat komunikasi politik menyebut sasaran PSI itu bisa jadi lebih merupakan “motivasi internal” ketimbang cerminan realitas kekuatan elektoral saat ini.
Tak hanya pengamat, partai lain juga memberi responsnya. Di tempat lain, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), sebagai salah satu partai yang sejak lama kuat di Jawa Tengah, menyampaikan bahwa kontestasi politik masih berjalan panjang dan bahwa rakyat akan menentukan hasilnya pada waktunya.
Ambisi PSI, Tantangan di Jawa Tengah
Ambisi PSI untuk mengubah peta dukungan politik di Jawa Tengah dari wilayah yang lebih sering dikaitkan dengan kekuatan partai lain menjadi “kandang gajah” PSI adalah target yang besar dan berani. Kaesang Pangarep melalui pidatonya pada 8 Januari 2026 di Solo ingin seluruh kader PSI di Jawa Tengah bergerak serentak untuk memperkuat struktur organisasinya dan mencapai target tersebut pada Pemilu 2029.
Realitas saat ini menunjukkan perolehan suara PSI masih relatif kecil dibandingkan partai lainnya di wilayah tersebut, tetapi pertumbuhan di beberapa daerah menunjukkan potensi yang bisa dikembangkan. Bagaimana PSI akhirnya mampu mewujudkan ambisi itu akan sangat bergantung pada kerja politik mereka dalam beberapa tahun ke depan.***
Penulis: Rizal Akbar || Editor: Permadani T.
