Tuturpedia.com – Pertandingan Ligue 1 antara Olympique de Marseille dan Olympique Lyonnais yang seharusnya berlangsung Minggu (29/10), terpaksa ditunda karena serangan ultras.
Serangan ultras tersebut menimpa bus yang membawa pemain dan tim Lyon dalam perjalanan menuju Orange Vélodrome, kandang Marseilles.
Peristiwa tersebut menyebabkan luka pada wajah pelatih Lyon, Fabio Grosso, serta asistennya, Raffaele Longo.
Seperti yang dilaporkan The Standard dan dilansir Tuturpedia.com pada Senin (30/10), para ultras melempari bus skuad Lyon dengan batu.
Akibatnya, Grosso dan Longo terkena lemparan secara langsung dan mengalami cedera serius di wajah.
Akun X @LaurensJulien juga membagikan foto kondisi bus setelah dilempari batu.
“Ini bukan pertama kalinya terjadi (dan sayangnya bukan yang terakhir), tapi saya tidak bisa berkata-kata lagi. Inilah yang tersisa dari bus Lyon setelah diserang fans Marseille yang melempari batu. Sekali lagi tak bisa diterima,” tulisnya.
Pertandingan Terpaksa Ditunda
Ligue de Football Professionel (LFP) selaku otoritas sepakbola di Prancis, segera melakukan pertemuan darurat pasca berita serangan ultras Marseilles terhadap skuad Lyon.
Hasilnya, pertandingan yang seharusnya berlangsung pada Minggu malam waktu Eropa tersebut harus ditunda.
“Setelah berkonsultasi dengan Olympique de Marseilles dan otoritas publik, pertandingan Marseilles-Lyon tidak akan dimainkan malam ini,” tulis LFP dalam pernyataan resminya, dilansir dari The Standard.
Pihak Olympique Lyonnais langsung merilis pernyataan yang mengecam serangan tersebut.
“Minggu malam ini, di jalan masuk menuju Stadion Velodrome, beberapa individu menyerang bus Olympique Lyonnais, serta staf dan pemain. Enam bus suporter Olympique Lyonnais juga jadi sasaran,” lapor pihak Lyon dalam statemen resminya.
“Pelatih Fabio Grosso dan asistennya, Raffaele Longo, terkena langsung dan mengalami cedera serius di wajah selama serangan ini. Bersama dengan mereka di bus, para pemain dan staf juga sangat terdampak oleh kekerasan dari serangan ini, yang dikecam berat oleh Olympique Lyonnais,” lanjutnya.
Setelah mendapatkan informasi bahwa kondisi fisik Grosso dan Longo rupanya lebih parah dari yang diduga, pihak klub pun memutuskan bahwa pertandingan tidak mungkin dilanjutkan.
Pihak klub juga berencana untuk melayangkan tuntutan dalam beberapa hari ke depan dan meminta pihak berwenang untuk bertindak.
Tak hanya Lyon saja yang mengecam peristiwa tersebut. Sang tuan rumah, Olympique de Marseilles, juga menyuarakan hal serupa.
“Olympique de Marseilles menentang insiden yang terjadi malam ini di sekitar Stade Velodrome, terhadap bus tim profesional maupun bus suporter Olympique Lyonnais,” demikian pernyataan Olympique de Marseilles.
“Klub (Olympique de Marseilles -red.) mengharapkan agar pelatih Lyon Fabio Grosso lekas sembuh dan mengecam berat perilaku kekerasan ini yang tidak memiliki tempat di dunia sepakbola dan masyarakat,” lanjut pernyataan resmi Marseilles.
Beberapa jam kemudian, skuad Lyon termasuk sang pelatih dan staf kembali ke stadion untuk mengekspresikan rasa terima kasih kepada para suporter yang telah datang.
Berdasarkan foto-foto yang dibagikan di akun X resmi Lyon, para pemain, pelatih, dan staf Lyon masuk dan memberikan tepuk tangan.
Salah satu foto juga menunjukkan kondisi Fabio Grosso yang telah mendapatkan perawatan. Pada sisi sebelah kiri wajahnya, terlihat perban bersih yang menutupi luka sang pelatih.***
Penulis: K Safira
Editor: Nurul Huda
