Blora, Tuturpedia.com – Persoalan klasik soal sampah kembali menjadi sorotan di Kabupaten Blora. Meski fasilitas tempat sampah sudah tersedia di sejumlah titik strategis, kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih tergolong rendah. Senin, (13/07/2026).
Seperti terlihat di salah satu sudut pusat kota, tepat di area trotoar dekat persimpangan jalan, tiga tong sampah berwarna merah, kuning, dan hijau telah disediakan untuk memilah jenis sampah.
Namun ironisnya, kondisi di sekitar lokasi justru masih tampak kotor dengan sisa-sisa sampah berserakan di luar tempat yang telah disediakan.
Fenomena ini bukan hanya terjadi di kawasan perkotaan, tetapi juga merambah ke lingkungan sungai dan selokan. Banyak warga yang masih membuang sampah rumah tangga secara sembarangan ke aliran air, tanpa memikirkan dampak jangka panjang.
Padahal, kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat menimbulkan berbagai bahaya. Selain mencemari lingkungan dan merusak keindahan kota, sampah yang menumpuk di selokan dan sungai berpotensi menyebabkan banjir, terutama saat musim hujan tiba.
Tak hanya itu, limbah yang tidak terkelola juga bisa menjadi sumber penyakit bagi masyarakat sekitar. Sejumlah warga mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.
Mereka berharap ada peningkatan kesadaran kolektif serta tindakan tegas dari pihak terkait agar masyarakat lebih disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Tempat sampah sudah ada, tapi kalau kesadaran masih kurang ya percuma. Harus ada edukasi terus-menerus,” ujar, Akrom salah satu warga Blora kota.
Pemerintah daerah sendiri diharapkan tidak hanya menyediakan fasilitas, tetapi juga menggencarkan sosialisasi dan pengawasan. Penegakan aturan terkait kebersihan lingkungan juga dinilai perlu diperketat guna memberikan efek jera bagi pelanggar.
Masalah sampah sejatinya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Tanpa kesadaran masyarakat, upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat akan sulit terwujud.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap masa depan lingkungan dan generasi mendatang.
