Pemugaran Mahastupa Borobudur Tak Tutup Total Wisata, Pengunjung Tetap Bisa Naik hingga Lantai 8

TUTURPEDIA - Pemugaran Mahastupa Borobudur Tak Tutup Total Wisata, Pengunjung Tetap Bisa Naik hingga Lantai 8
banner 120x600

Magelang, Tuturpedia.com – Pemugaran Yasti Mahastupa atau stupa induk Candi Borobudur pada September hingga Oktober 2026 tidak menghentikan seluruh aktivitas wisata di kawasan candi. Pengunjung masih dapat menikmati kunjungan reguler maupun program khusus, meskipun terdapat penyesuaian jalur selama pekerjaan konservasi berlangsung.

Museum dan Cagar Budaya (MCB) menargetkan pemugaran selesai pada 24 Oktober 2026. Penyesuaian akses dilakukan untuk mendukung kelancaran pekerjaan sekaligus menjaga keselamatan pengunjung di tengah proses penanganan struktur Mahastupa.

Berdasarkan pengaturan kunjungan selama pemugaran, wisatawan reguler dan pengunjung dengan tujuan ziarah atau pilgrim dapat mengakses candi hingga lantai 8 atau teras 1. Sementara itu, pengunjung program sunrise dan sunset tetap dapat mengakses hingga lantai 9 atau teras 2.

Pengaturan tersebut memungkinkan kegiatan wisata tetap berjalan tanpa mengabaikan kebutuhan konservasi pada bagian candi yang sedang ditangani.

Pemugaran dilakukan setelah monitoring dan kajian teknis pada Agustus 2026 menemukan pergeseran susunan batu, rongga, rekahan, serta kerusakan material pada bagian Yasti dan Harmika.

Kondisi itu membutuhkan penanganan secara terukur karena Mahastupa merupakan bagian penting dari struktur Candi Borobudur. Selain memperkuat struktur batu, pekerjaan konservasi juga diarahkan untuk menangani pelapukan dan penggaraman yang berpotensi memperburuk kondisi material. Kamis, (15/10/2026).

Ketua Tim Penyusun Heritage Impact Assessment (HIA), Ali Akbar, menjelaskan bahwa pemeriksaan kondisi Yasti dilakukan menggunakan sejumlah metode teknis, termasuk Ground Penetrating Radar (GPR), pemindaian ultrasonik, dan hammer test.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bagian Yasti masih utuh, tetapi materialnya rapuh dan memiliki rongga serta rekahan yang perlu ditangani. Temuan tersebut menjadi dasar perlunya pemugaran dengan mempertimbangkan kondisi struktur dan karakteristik batu.

Pekerjaan ini juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kondisi bagian atas Borobudur yang disebut telah lama tidak mendapatkan pemugaran menyeluruh. Evaluasi tersebut mencakup material dan metode penanganan terdahulu dengan mempertimbangkan perkembangan ilmu konservasi.

Selain faktor teknis, perubahan lingkungan, cuaca, dan iklim turut menjadi pertimbangan dalam menjaga ketahanan batu candi. Dengan demikian, pemugaran bukan sekadar memperbaiki bagian yang mengalami kerusakan, melainkan juga bagian dari upaya mencegah kerusakan lebih lanjut.

Selama proses berlangsung, pengelola melakukan penyesuaian akses untuk membatasi aktivitas di sekitar area pekerjaan. Langkah tersebut diperlukan agar kegiatan konservasi dapat berjalan dengan baik tanpa menutup seluruh kesempatan masyarakat untuk mengunjungi Borobudur.

Pekerjaan pemugaran dijadwalkan rampung pada 24 Oktober 2026. Namun, target tersebut tetap bergantung pada perkembangan kondisi teknis di lapangan.

Setelah pekerjaan selesai, area yang ditutup sementara akan dibuka kembali secara bertahap. Pembukaan baru dilakukan setelah pemeriksaan akhir memastikan keamanan bagi pengunjung.

Dengan pengaturan tersebut, pelestarian dan aktivitas pariwisata diharapkan dapat berjalan beriringan. Candi Borobudur tetap menjadi tujuan wisata dan ziarah, sementara penanganan pada bagian Mahastupa dilakukan untuk mempertahankan kelestarian warisan budaya bagi generasi mendatang.

Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.

tuturpedia.com - 2026