Pekalongan, Tuturpedia.com – Angka kekayaan pasangan pejabat ini bikin publik geleng-geleng kepala. Berdasarkan data LHKPN, anggota DPR RI Ashraff Abu Bakar tercatat memiliki kekayaan bersih Rp42,20 miliar. Sementara sang istri, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, melaporkan harta fantastis di kisaran Rp85–86 miliar. Jika digabung, total kekayaan pasangan ini menembus sekitar Rp128 miliar.
Angka tersebut sontak memicu reaksi keras masyarakat, terlebih keduanya kini tengah menjadi sorotan usai terjaring operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 3 Maret 2026.
Harta Suami: Rp42,20 Miliar, Tanpa Utang
Berdasarkan laporan periodik 2024 yang disampaikan pada 1 Januari 2025, rincian kekayaan Ashraff Abu meliputi:
- Tanah & Bangunan: Rp35,40 miliar (83,9%)
- Kendaraan: Rp3,10 miliar
- Harta Lainnya: Rp2,30 miliar
- Kas & Setara Kas: Rp1,40 miliar
- Utang: Rp0
Menariknya, terjadi penurunan tipis 0,2 persen dari tahun sebelumnya. Namun secara umum, kekayaannya relatif stabil dan seluruhnya tercatat sebagai aset bersih tanpa beban utang.
Harta Istri: 26 Properti, Rp86 Miliar
Sementara itu, Fadia Arafiq melaporkan kekayaan didominasi 26 aset tanah dan bangunan senilai sekitar Rp74,29 miliar yang tersebar di Pekalongan, Bogor, Semarang, hingga Jakarta.
Rincian lainnya meliputi:
- Kendaraan: sekitar Rp1,18 miliar
- Harta bergerak lainnya: Rp3 miliar lebih
- Kas & setara kas: lebih dari Rp10 miliar
- Utang: sekitar Rp2,6–3,2 miliar
- Setelah dikurangi utang, total kekayaan bersihnya tetap berada di kisaran Rp85–86 miliar.
Publik Pertanyakan Etika dan Transparansi
Besarnya akumulasi kekayaan pasangan pejabat publik ini memicu perdebatan di masyarakat. Terlebih, status hukum yang sedang berproses membuat sorotan semakin tajam, hal tersebut dikarenakan
Bagaimana akumulasi aset properti bisa mencapai puluhan miliar? Seberapa transparan sumber kekayaan tersebu?. Apakah gaya hidup pejabat masih selaras dengan kondisi masyarakat?
Di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan banyak warga, angka ratusan miliar rupiah dari satu keluarga pejabat publik menjadi bahan amarah sekaligus keprihatinan.
Proses Hukum Masih Berjalan
Saat ini, KPK masih mendalami kasus yang menjerat Fadia Arafiq. Lembaga antirasuah memiliki waktu sesuai ketentuan hukum untuk menentukan status para pihak yang diamankan.
Perpaduan antara nilai kekayaan yang fantastis dan proses hukum yang sedang berjalan membuat kasus ini menjadi perhatian luas, bukan hanya di Pekalongan, tetapi juga secara nasional. Publik kini menunggu transparansi penuh dan penegakan hukum yang tegas — tanpa pandang bulu.
