Jakarta, Tuturpedia.com – Gelombang kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali disuarakan. Front Mahasiswa Nasional (FMN) menyerukan kepada seluruh elemen mahasiswa, buruh, petani, serta rakyat tertindas dan terhisap di Indonesia untuk merapatkan barisan dan memperkuat gerakan perjuangan rakyat melalui kampanye bertajuk “November Memanggil”. Kamis, (04/11/2026).
Dalam seruannya, FMN menegaskan bahwa perjuangan rakyat belum selesai. Organisasi tersebut mengajak berbagai elemen gerakan sosial untuk terus bergerak, menyuarakan tuntutan, serta memperjuangkan kepentingan rakyat.
Salah satu slogan yang diangkat dalam kampanye tersebut adalah “Dua Tahun Cukup, Lima Tahun Mematikan – Prabowo Gagal!” Slogan ini menjadi bentuk kritik politik FMN terhadap arah kebijakan dan kepemimpinan pemerintahan Prabowo Subianto.
FMN menyebut November Memanggil sebagai momentum untuk membangun konsolidasi gerakan mahasiswa, buruh, tani, dan berbagai kelompok masyarakat yang dinilai mengalami ketidakadilan.
Melalui rangkaian aksi dan kampanye yang direncanakan berlangsung di berbagai wilayah Indonesia, FMN mengajak seluruh elemen gerakan untuk memperhebat perjuangan rakyat serta menyuarakan tuntutan yang mereka anggap mendesak.
Dalam pernyataannya, FMN juga melontarkan kritik keras terhadap pemerintahan Prabowo Subianto yang mereka sebut sebagai rezim boneka imperialis, anti-rakyat, dan anti-demokrasi.
Seruan tersebut sekaligus menjadi ajakan untuk membangun persatuan antarkelompok masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan mengawal kebijakan pemerintah.
“Perjuangan belum selesai! Tetap teguh bergerak di barisan rakyat! Suarakan dengan lantang tuntutan sejati rakyat!” demikian pesan utama dalam seruan FMN.
FMN menutup seruannya dengan mengajak seluruh rakyat tertindas dan terhisap di Indonesia untuk bersatu dan mengambil bagian dalam gerakan November Memanggil.
Kini, perhatian publik tertuju pada bagaimana konsolidasi tersebut akan berlangsung, seberapa luas partisipasi berbagai elemen masyarakat, serta tuntutan konkret apa saja yang akan dibawa dalam rangkaian aksi November mendatang.
November Memanggil bukan sekadar slogan gerakan, melainkan momentum penyampaian kritik dan aspirasi rakyat terhadap jalannya pemerintahan.
Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.














