Jakarta, Tuturpedia.com – Film drama remaja terbaru berjudul Nobody Loves Kay berhasil mencuri perhatian publik bahkan sebelum resmi tayang di bioskop. Gala Premiere yang digelar di Senayan City XXI, Jakarta Pusat, Kamis (28/5/2026), berlangsung meriah sekaligus penuh emosi. Ribuan penonton yang hadir dibuat larut dalam kisah perjuangan tokoh utama hingga suasana studio dipenuhi isak tangis.
Film hasil kolaborasi ONIC, Folago Pictures, Migunani Cinema Cult, dan Qun Films bersama Visinema Pictures ini mengangkat kisah yang terinspirasi dari perjalanan hidup pro-player Mobile Legends ternama, ONIC Kairi. Melalui karakter Kay, penonton diajak menyelami perjalanan seorang anak muda yang berusaha mempertahankan mimpi di tengah berbagai keterbatasan dan penolakan.
Sejak awal pemutaran, film ini berhasil membangun kedekatan emosional dengan para penontonnya. Banyak tamu undangan yang mengaku datang dengan ekspektasi bahwa film tersebut hanya berkisah tentang dunia gim dan esports. Namun, mereka justru mendapatkan pengalaman menonton yang jauh lebih mendalam.
“Jujur awalnya mengira ini cuma film tentang game biasa. Tapi ternyata salah besar. Aku sampai nangis melihat dinamika persahabatan mereka yang retak karena ambisi, dan bagaimana seorang anak yang hidup berkekurangan bisa berjuang sekeras itu demi menggapai mimpinya,” ungkap salah satu tamu undangan usai pemutaran film.
Respons positif juga bermunculan dari kalangan media, influencer, hingga komunitas esports yang hadir dalam acara tersebut. Banyak yang menilai Nobody Loves Kay berhasil menghadirkan cerita yang relevan dengan kehidupan anak muda masa kini.
Momen paling emosional terjadi ketika ONIC Kairi hadir langsung dalam acara tersebut. Sosok yang menjadi inspirasi utama karakter Kay itu mengaku tidak menyangka perjalanan hidupnya dapat menyentuh banyak orang melalui medium film.
“Nggak nyangka orang-orang bisa merasa sedekat itu dengan kisah perjuangan aku. Terima kasih untuk semua yang terlibat di film ini, sudah memberikan experience yang luar biasa ini,” ujar Kairi.
Film ini menjadi karya panjang perdana sutradara Bernardus Raka yang sebelumnya dikenal melalui sejumlah video musik untuk musisi ternama seperti Hindia, Sal Priadi, dan Perunggu. Menurut Bernardus, kekuatan utama film ini bukan terletak pada dunia esports yang diangkat, melainkan pada realitas perjuangan yang dialami tokohnya.
“Saya mengangkat kisah ini karena perjuangan Kay di sini dekat sekali dengan kita. Seorang anak pekerja migran, lahir tanpa privilege, tapi bisa mewujudkan mimpinya yang sering sekali disepelekan, diremehkan banyak orang, termasuk orangtuanya sendiri. Kay adalah representasi dari kita semua yang berani bermimpi,” tegas Bernardus.
Pesan tentang keberanian bermimpi inilah yang menjadi benang merah sepanjang film. Kisah Kay menggambarkan perjuangan generasi muda yang harus menghadapi berbagai keterbatasan ekonomi maupun sosial demi mencapai tujuan hidup mereka.
Acara Gala Premiere juga dihadiri sejumlah produser dan eksekutif produser, antara lain Giovanni Rahmadeva, M. Faisal Hibatullah, Nick Musa, Zhafran Solichin, Justin Widjaja, dan Angga Dwimas Sasongko. Selain itu, jajaran pemain turut hadir memeriahkan malam spesial tersebut. Mereka adalah Bima Azriel, Rey Bong, Aurora Ribero, Joshia Frederico, Ariyo Wahab, Mian Tiara, Dewa Dayana, Elly D. Lutan, Basboi, hingga Ayastrophile.
Kehadiran Brand Ambassador ONIC, Melati Sesilia, yang juga bermain dalam film ini turut menarik perhatian penggemar. Sementara itu, Dwi Woii yang juga menjadi bagian dari film mendapat sambutan meriah dari komunitas esports yang memadati lokasi acara.
Dari sisi musik, film ini semakin kuat dengan sentuhan original scoring garapan Yudhi Arfani dan Zeke Khaseli yang berhasil mempertegas emosi dalam setiap adegan. Setelah sukses menciptakan kesan mendalam di malam Gala Premiere, Nobody Loves Kay dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026. Film ini diproyeksikan menjadi salah satu tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk terus memperjuangkan mimpi mereka, apa pun rintangannya.
Kontributor: Sarah Limbeng
