Indeks

Nobar Film “Pesta Babi” di Cepu Jadi Ruang Refleksi, Agus Soroti Ancaman Lingkungan dan Ketimpangan Pembangunan

Cepu, Tuturpedia.com — Kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STTR Cepu pada Sabtu (23/5) menjadi ruang refleksi kritis bagi peserta terkait isu lingkungan, pembangunan, dan keberlangsungan ruang hidup masyarakat. Minggu, (24/05/2026).

Acara yang diikuti mahasiswa dan pegiat sosial ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi karya dokumenter, tetapi juga membuka diskusi mendalam mengenai dampak pembangunan terhadap alam dan kehidupan masyarakat.

Aktivis lingkungan, Agus Flash, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi lingkungan yang kian tertekan akibat eksploitasi dan perubahan yang tidak terkendali.

“Manusia itu lahir dari bumi, hidup dari bumi, menikmati hasil bumi, bahkan ketika meninggal pun kembali ke bumi. Karena itu, menjaga bumi seharusnya menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Menurut Agus, film dokumenter Pesta Babi memberikan gambaran nyata bahwa persoalan lingkungan tidak bisa dipandang semata dari sisi alam, tetapi juga berkaitan erat dengan aspek sosial, budaya, dan masa depan generasi mendatang.

Ia menegaskan, berbagai persoalan lingkungan kerap muncul ketika pembangunan dan kepentingan ekonomi tidak berjalan seimbang dengan upaya pelestarian serta perlindungan ruang hidup masyarakat.

“Pembangunan memang penting sebagai bagian dari kemajuan. Namun, harus diiringi dengan perhatian serius terhadap masyarakat terdampak agar tidak menimbulkan ketimpangan sosial maupun kerusakan lingkungan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ruang hidup masyarakat bukan sekadar wilayah fisik, melainkan bagian dari identitas dan sumber penghidupan yang harus dijaga keberlanjutannya.

Kegiatan nobar ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu, melainkan kewajiban seluruh elemen masyarakat.

Melalui forum sederhana ini, BEM STTR Cepu menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam menyuarakan isu-isu penting, termasuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan demi masa depan yang berkelanjutan.

Penulis: Lilik Yuliantoro Editor: Permadani T.
Exit mobile version