Tuturpedia.com – Meski belum dilantik, Prabowo Subianto punya mimpi besar ubah singkong menjadi bensin dan sawit menjadi solar agar tak ketergantungan energi fosil.
Dikutip Tuturpedia.com dari berbagai sumber, Sabtu (2/3/2024), calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto ingin melakukan swasembada energi dan berjanji akan mengupayakan Indonesia bebas ketergantungan energi fosil serta stop impor BBM.
Menteri Pertahanan itu berencana untuk memanfaatkan sumber daya nabati lokal seperti sawit, tebu, dan singkong sebagai pengganti bahan bakar fosil.
Prabowo berpendapat jika swasembada energi yang bersumber dari tanaman ini tidak akan menimbulkan polusi.
Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan orasi ilmiah dalam Wisuda Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Bandung, Kamis (29/2/2024).
“Artinya nanti BBM kita akan ramah lingkungan, tidak ada polusi dan terbarukan,” ucap Prabowo.
Ia mengatakan bahwa nantinya Indonesia tidak perlu lagi mengambil minyak dari tanah kemudian habis, begitu pun sebaliknya dengan gas.
Karena selama ada matahari dan juga hujan, setiap tahun Indonesia dapat menghasilkan solar.
Ia bahkan sempat berkelakar jika nantinya akan ada banyak negara iri pada Indonesia.
“Nanti kita bukan lagi ambil minyak dari tanah terus habis, gas dari tanah habis, selama ada matahari dan selama ada hujan, tiap tahun kita bisa panen solar (surya), banyak negara iri sama Indonesia,” lanjutnya.
Adapun swasembada energi terbarukan ini merupakan salah satu bentuk usaha untuk mengurangi Indonesia dari ketergantungan energi fosil yang tentunya tidak ramah lingkungan.
Prabowo menyebutkan jika nantinya Indonesia akan memiliki energi bensin dan etanol dari tebu serta singkong.
“Kita nanti green energy dan kita akan swasembada energi bensin, dari mana? Dari etanol, etanol dari mana? Dari tebu dan singkong,” jelasnya.
Tak hanya bermimpi mengubah singkong menjadi bensin, Prabowo juga memiliki mimpi jika beberapa tahun ke depan Indonesia dapat memproduksi BBM jenis biodiesel yang terbuat dari kelapa sawit.
“Kita sudah bisa bikin B100, artinya biodiesel dari kelapa sawit 100 persen,” tuturnya.
Dengan begitu, Indonesia bisa berhenti impor bensin. Indonesia sendiri saat ini memang masih menjadi negara importir minyak. Pasalnya produksi kilang minyak di dalam negeri masih belum mencukupi kebutuhan nasional.***
Penulis: Niawati
Editor: Annisaa Rahmah
