Menu Kering MBG Ramadan Diprotes, Orang Tua di Jogja Soroti Gizi dan Potensi Mubazir

TUTURPEDIA - Menu Kering MBG Ramadan Diprotes, Orang Tua di Jogja Soroti Gizi dan Potensi Mubazir
banner 120x600

Yogyakarta, Tuturpedia.com – Keluhan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan di Kota Jogja mulai mencuat. Sejumlah orang tua murid menilai menu makanan kering yang dibagikan kepada siswa belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan gizi, terutama dari sisi protein hewani.

Program MBG yang tetap berjalan selama bulan puasa memang mengalami penyesuaian menu. Jika pada hari biasa siswa menerima nasi lengkap dengan lauk, sayur, dan buah, selama Ramadan paket yang dibagikan lebih banyak berupa makanan kering. Namun perubahan itu dinilai kurang menghadirkan komposisi nutrisi yang seimbang. Jumat, (27/02/2026).

TUTURPEDIA - Menu Kering MBG Ramadan Diprotes, Orang Tua di Jogja Soroti Gizi dan Potensi Mubazir
Ilustrasi

Salah satu orang tua siswa SMPN di Jogja, Retno, mengungkapkan menu yang diterima anaknya beberapa waktu lalu terdiri dari roti kecil menyerupai donat, kacang telur kemasan kecil, satu buah jeruk, dan susu kotak ukuran kecil. Ia menyebut anaknya kerap tidak mengonsumsi paket tersebut karena kurang sesuai dengan selera.

“Kadang dibawa pulang tapi tidak dibuka. Jadi mubazir. Kalau saya pribadi kurang begitu suka, mungkin lebih baik diganti uang saku saja,” tegasnya.

Menurutnya, setiap anak memiliki preferensi makanan yang berbeda. Jika menu tidak menarik atau tidak sesuai selera, ada risiko makanan tidak dikonsumsi dan akhirnya terbuang. Kondisi ini dikhawatirkan justru menimbulkan pemborosan, baik dari sisi makanan maupun anggaran.

Sorotan ini menambah daftar evaluasi terhadap pelaksanaan MBG selama Ramadan. Selain soal kecukupan gizi, efektivitas distribusi dan ketepatan menu juga menjadi perhatian agar tujuan utama program—memastikan asupan nutrisi anak usia pertumbuhan—benar-benar tercapai tanpa menimbulkan polemik di masyarakat.

tuturpedia.com - 2026