Tuturpedia.com – Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) resmikan pabrik minyak makan merah di Merbau Deli Serdang, Sumatera Utara.
Jokowi mengungkapkan pembangunan pabrik minyak makan merah bertujuan untuk menciptakan nilai tambah dari kelapa sawit yang diekspor Indonesia.
“Kita ingin nilai tambah itu ada di dalam negeri, jadi harga TBS (tandan buah segar) tidak naik dan turun karena di sini semuanya diolah menjadi barang jadi, yaitu minyak makan merah,” ujar Jokowi, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (15/3/2024).

Lebih lanjut, dia juga berharap jika pembangunan pabrik minyak makan merah mampu memberikan nilai tambah bagi petani sawit Indonesia.
Selain itu, Jokowi juga menilai penggunaan minyak makan merah akan menjadi tren yang baik dalam urusan memasak.
“Harga minyak makan merah yang saya senang juga di bawah harga minyak goreng yang biasa,” ungkap Jokowi.
Selain itu, Presiden Indonesia itu juga mengungkapkan jika gizi minyak makan merah jauh lebih banyak dibandingkan dengan minyak goreng biasa.
“Vitaminnya di situ banyak, tapi harganya lebih murah. Saya kira ini akan menjadi tren baik untuk urusan goreng-menggoreng,” lanjutnya.
Senada dengan yang disampaikan oleh Jokowi, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebutkan bahwa harga minyak makan merah adalah Rp15 ribu per kilogram.
Menurutnya, angka tersebut lebih murah daripada Minyakita yang saat ini berharga Rp14 ribu. Sebab, minyak tersebut masih disubsidi.
Pria berusia 62 tahun itu juga menyampaikan jika ke depannya akan terus mengembangkan pabrik minyak makan merah di provinsi-provinsi lain di Indonesia.
Jokowi menyebutkan jika adanya pabrik minyak makan merah di Deli Serdang, tandan buah segar yang diolah menjadi minyak sawit mentah bisa langsung diproses menjadi minyak makan merah.
Dikutip dari laman Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Dwi Setyaningsih selaku Kepala Divisi Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi (SBRC) IPB University mengatakan, minyak makan merah atau sering disebut dengan minyak sawit merah merupakan salah satu bentuk produk turunan dari kelapa sawit.
Proses pengolahan minyak ini berbeda seperti minyak goreng pada umumnya karena tidak melalui proses pemucatan, hal tersebut dimaksud agar kandungan kerotenidnya bisa dipertahankan.
Diketahui, minyak makan merah disebut juga sebagai produk ideal karena alami, bebas trans-fat, bebas PHO, non GMO dan diproses dengan suhu rendah sehingga dapat dikonsumsi secara langsung maupun tidak langsung.
Namun, bagi masyarakat yang terbiasa menggunakan minyak goreng biasa, minyak ini akan terasa getir dan tercium bau serta warna yang merah pekat.***
Penulis: Niawati
Editor: Nurul Huda















