Mengaku Anggota Ormas Grib Jaya, Pria di Blora Dilaporkan Atas Dugaan Penyekapan dan Teror Terhadap Warga

TUTURPEDIA - Mengaku Anggota Ormas Grib Jaya, Pria di Blora Dilaporkan Atas Dugaan Penyekapan dan Teror Terhadap Warga
banner 120x600

​Blora, Tuturpedia.com – Keresahan menyelimuti warga Kabupaten Blora menyusul munculnya laporan dugaan tindakan kriminal yang melibatkan oknum yang mengaku sebagai anggota Organisasi Masyarakat (Ormas) Grib Jaya. Selasa, (07/04/2026).

Pria berinisial JTAM kini menjadi sorotan setelah resmi diadukan ke Kepolisian Resor (Polres) Blora oleh dua warga berbeda atas dugaan pemerasan, penyekapan, hingga pengancaman.

​Penyekapan dan Pemerasan Puluhan Juta

​Kasus pertama menimpa Juwari, seorang petani asal Kecamatan Gabus. Dalam surat pengaduannya tertanggal 2 April 2026, Juwari mengaku dicegat di tengah jalan saat sedang bersama kernetnya pada Januari lalu. Tak hanya diadang, ia dipaksa pindah ke mobil milik teradu dan diduga disekap.

​Di bawah tekanan dan ancaman, Juwari mengaku dimintai uang sebesar Rp100 juta. Karena merasa terdesak, ia akhirnya menyerahkan uang total Rp25 juta yang dikirim melalui transfer bank ke rekening atas nama orang lain. Mirisnya, Juwari juga mengaku masih dibebani biaya “atensi” bulanan sebesar Rp1 juta, yang membuatnya kini bangkrut dan tak lagi bisa berjualan.

​Teror Hingga ke Rumah Warga

​Tak berhenti di situ, aduan kedua datang dari seorang ibu rumah tangga bernama Purwatiningsih, warga Kecamatan Jati. Purwatiningsih melaporkan Lumut atas dugaan pengancaman yang terjadi di rumahnya.

​Kejadian bermula saat teradu mendatangi rumah pengadu untuk mencari anaknya terkait persoalan produk kecantikan (hand body lotion) yang dianggap tidak memiliki izin BPOM. Situasi memanas ketika teradu diduga melontarkan ancaman akan membawa anak pengadu secara paksa ke Blora.

​”Nek ono opo-opo aku gak tanggung jawab nek anakmu digowo ning Blora” (Kalau ada apa-apa aku tidak tanggung jawab kalau anakmu dibawa ke Blora), ujar teradu sebagaimana tertulis dalam surat laporan tersebut.

​Masyarakat Menunggu Tindakan Tegas

Kedua pelapor menyatakan mengalami trauma mendalam akibat tindakan intimidasi ini. Mereka berharap pihak Polres Blora segera bertindak tegas untuk mengusut tuntas aksi premanisme yang berkedok anggota ormas tersebut.

​Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Blora terus memantau perkembangan kasus ini, berharap keadilan ditegakkan bagi warga kecil yang menjadi korban kesewenang-wenangan.

tuturpedia.com - 2026