News  

MBG Blora Kota Tercoreng! Menu Diduga Berbelatung di SD Muhammadiyah, Wali Murid Murka: “Ini Bukan Makan Bergizi Gratis, Tapi Makanan Beracun Gratis!”

TUTURPEDIA - MBG Blora Kota Tercoreng! Menu Diduga Berbelatung di SD Muhammadiyah, Wali Murid Murka: “Ini Bukan Makan Bergizi Gratis, Tapi Makanan Beracun Gratis!”
banner 120x600

Blora, Tuturpedia.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi fondasi peningkatan kualitas generasi muda justru tercoreng oleh temuan mengejutkan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Minggu, (15/03/2026).

Menu makanan yang didistribusikan dari SPPG Kamolan Blora kepada siswa SD Muhammadiyah Blora pada Jumat (13/03), diduga berada dalam kondisi menjijikkan.

Sejumlah wali murid menyebut makanan tersebut bahkan dipenuhi belatung hidup.
Temuan itu langsung memicu kemarahan para orang tua siswa. Program yang seharusnya menjamin asupan gizi anak sekolah justru dinilai menghadirkan ancaman serius bagi kesehatan mereka.

TUTURPEDIA - MBG Blora Kota Tercoreng! Menu Diduga Berbelatung di SD Muhammadiyah, Wali Murid Murka: “Ini Bukan Makan Bergizi Gratis, Tapi Makanan Beracun Gratis!”
Dok. Tangkap layar

DK, salah satu wali murid penerima manfaat program, mengaku syok saat mengetahui kondisi makanan yang hampir saja dikonsumsi anaknya. Ia melontarkan kritik keras terhadap pihak penyedia makanan.

“Kami sangat kecewa! Pelayanan SPPG Kamolan Blora ini sangat buruk dan tidak manusiawi. Kalau seperti ini terus, program ini bukan lagi Makan Bergizi Gratis, tapi Makanan Beracun Gratis,” tegasnya dengan nada penuh emosi, Sabtu (14/03).

Menurutnya, kelalaian dalam penyediaan makanan bagi anak sekolah bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan generasi muda.

“Kesehatan anak-anak kami seperti dijadikan taruhan. Jangan sampai anak-anak penerus bangsa dijadikan korban hanya demi keuntungan semata,” tambahnya.

Ironisnya, ketika dikonfirmasi terkait temuan tersebut, pihak SPPG Kamolan Blora disebut belum memberikan tanggapan. Pesan konfirmasi yang dikirim melalui WhatsApp hingga kini tidak mendapat respons.

Sikap bungkam ini justru memicu kecurigaan di kalangan wali murid. Mereka menilai pihak penyedia makanan tidak serius menanggapi persoalan yang menyangkut keselamatan siswa.

Para wali murid pun mendesak pemerintah daerah segera turun tangan. Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Blora dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan investigasi menyeluruh terhadap penyedia makanan program MBG di wilayah tersebut.

“Kalau memang tidak mampu menjamin kebersihan dan standar makanan untuk anak sekolah, lebih baik ditutup saja. Jangan korbankan anak-anak kami,” tegas DK.

Terpisah, Kepala Desa Kamolan, Majianto, saat dikonfirmasi membenarkan kepemilikan dapur SPPG Kamolan.

“Betul sekali, SPPG Kamolan milik dr Tegar. Silakan dihubungi,” ujarnya singkat.
Namun hingga berita ini ditayangkan, pemilik SPPG Kamolan, dr. Tegar, yang dihubungi oleh media ini masih belum memberikan tanggapan.

Kasus ini menambah daftar sorotan terhadap pelaksanaan program MBG di daerah. Masyarakat kini menunggu langkah tegas pemerintah untuk memastikan program yang menyasar anak-anak sekolah tersebut benar-benar aman, higienis, dan tidak justru membahayakan generasi penerus bangsa.

tuturpedia.com - 2026