Blora, Tuturpedia.com – Peluang bekerja di Jepang kini semakin terbuka bagi masyarakat Kabupaten Blora dan sekitarnya. Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Genki Kenshu Senta hadir sebagai salah satu lembaga penyalur tenaga kerja ke Jepang yang telah beroperasi sejak 2020, dengan menawarkan program pelatihan dan skema pembiayaan yang dapat meringankan beban calon peserta.
LPK Genki Kenshu Senta beralamat di Jalan Seso–Sayuran KM 4, Desa Puledagel RT 01/01, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Berdiri di tengah pandemi COVID-19, lembaga ini memperoleh izin dari Kementerian Ketenagakerjaan pada 2021 dan mulai memberangkatkan peserta ke Jepang pada 2022.
Komisaris LPK Genki Kenshu Senta, Supriyanto, mengatakan lembaganya terus berupaya meningkatkan jumlah peserta yang diberangkatkan ke Negeri Sakura. Pada tahap awal operasional, jumlah pemberangkatan belum mencapai target 100 orang per bulan.
Namun, meningkatnya minat masyarakat terhadap peluang kerja di Jepang menjadi salah satu modal untuk mengembangkan program tersebut. Untuk 2026, pihaknya menargetkan sekitar 70 orang per bulan atau setara 800 orang per tahun dapat diberangkatkan.
Menurut Supriyanto, minat siswa yang mengikuti pembelajaran langsung di LPK Genki Kenshu Senta juga mengalami peningkatan. Jika sebelumnya hanya berkisar 10–20 persen per angkatan, kini jumlahnya disebut mencapai 60–80 persen.
“Antusiasme peserta terus meningkat. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan keterampilan dan mendapatkan pengalaman kerja di Jepang,” ujarnya.
Biaya Awal Rp2 Juta, Sisanya Dicicil Setelah Bekerja
Salah satu hal yang menjadi perhatian calon pekerja adalah biaya persiapan dan keberangkatan ke luar negeri. Untuk membantu mengatasi kendala tersebut, LPK Genki Kenshu Senta menawarkan program dana talangan bagi peserta yang memenuhi ketentuan.
Supriyanto menjelaskan, melalui skema tersebut, peserta cukup membayar Rp2 juta pada tahap awal. Sementara itu, biaya keberangkatan yang disebut berkisar Rp30 juta hingga Rp40 juta dapat dibayarkan kemudian melalui cicilan setelah peserta menerima gaji selama bekerja di Jepang.
“Jadi, biaya bukan lagi menjadi kendala utama. Cukup bayar Rp2 juta di awal, sisanya dicicil setelah magang di Jepang,” jelas Supriyanto.
Meski demikian, calon peserta perlu memastikan secara langsung rincian biaya, ketentuan dana talangan, mekanisme cicilan, serta isi perjanjian sebelum mengikuti program. Informasi mengenai biaya dan pembiayaan juga penting dipahami secara menyeluruh agar peserta tidak mengalami kesalahpahaman di kemudian hari.
Disiplin Menjadi Kunci Keberangkatan
Dari sisi persyaratan, calon peserta diharapkan memiliki niat yang kuat, kondisi kesehatan yang memenuhi ketentuan, serta pendidikan minimal lulusan SMK atau sederajat.
Supriyanto menyampaikan, peserta yang serius mengikuti pelatihan dan disiplin menjalani tahapan seleksi umumnya dapat diberangkatkan dalam waktu sekitar enam hingga tujuh bulan. Namun, proses tersebut bisa memakan waktu hingga 10–12 bulan apabila peserta belum berhasil melewati wawancara atau masih harus memenuhi persyaratan lainnya.
Karena itu, kesiapan mental, kedisiplinan, kemampuan bahasa, serta kesungguhan mengikuti pelatihan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan diri sebelum bekerja di Jepang. Jumat, (23/10/2026).
Adapun bidang pekerjaan yang tersedia cukup beragam, mulai dari konstruksi, perawatan lansia atau kaigo, perhotelan, restoran, pengolahan makanan, pertanian, perkebunan, hingga pengemudi atau driver, sesuai kebutuhan dan persyaratan dari masing-masing perusahaan penerima.
Membuka Peluang bagi Anak Muda Blora
Kehadiran LPK Genki Kenshu Senta di Kabupaten Blora diharapkan dapat mempermudah masyarakat yang ingin mencari pengalaman kerja di luar negeri. Dengan keberadaan lembaga pelatihan di daerah sendiri, calon peserta dapat datang langsung untuk memperoleh informasi, melihat proses pelatihan, dan memastikan tahapan yang harus dilalui.
Langkah ini juga diharapkan membantu masyarakat agar lebih cermat dalam memilih lembaga penyalur tenaga kerja, termasuk memeriksa legalitas, kontrak kerja, hak dan kewajiban peserta, serta kejelasan perusahaan tempat mereka nantinya bekerja.
Lebih dari sekadar memperoleh penghasilan, pengalaman bekerja di Jepang diharapkan dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Setelah kembali ke Tanah Air, para pekerja diharapkan memiliki keterampilan dan pengalaman yang mampu meningkatkan daya saing mereka, termasuk ketika melamar pekerjaan di perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia.
Tidak hanya itu, tabungan dan pengalaman yang diperoleh selama bekerja juga berpotensi menjadi modal untuk merintis usaha mandiri maupun membuka lapangan pekerjaan baru di daerah asal.
Dengan demikian, peluang kerja ke Jepang diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi individu peserta, tetapi juga membawa dampak positif bagi perekonomian keluarga dan masyarakat Kabupaten Blora.
Bagi calon peserta, memahami seluruh persyaratan dan memastikan legalitas proses penempatan sejak awal tetap menjadi langkah penting agar kesempatan bekerja di luar negeri dapat ditempuh secara aman, jelas, dan bertanggung jawab.
Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.














