Semarang, Tuturpedia.com – Libur Natal 2024 di Kota Semarang menjadi berkah bagi fotografer Kota Lama dari ramainya wisatawan yang berkujung.
Hal tersebut disampaikan Ahmad Awaludin, salah satu fotografer Kota Lama Semarang, dirinya mengatakan, dalam sehari dapat meraup keuntungan hingga Rp 500 ribu. Namun, disaat hujan, wisatawan sepi.
“Kalau cuaca bagus, permintaan ramai. Rata-rata tiap hari kalau lagi ramai bisa dapat Rp 500 ribu. Kalau lagi sepi minimal Rp 150 ribu dapat,” katanya, Kamis (26/12/2024).
Ia menjelaskan, pada momen Nataru pihaknya mematok harga tetap, sebesar Rp 3 ribu disetiap jepretanya dan hasilnya dapat dikirim ke wisatawan yang menggunakan jasanya.
Semetara itu, Sekar, wisatawan asal Yogjakarta mengaku, dirinya bersama rombongan, mengisi waktu libur Natal dengan berwisata di Kota Lama Semarang.
“Dari rombongan yang menentukan kesini. Ikut saja. Ternyata luar biasa bagus,” ungkapnya.
Ia menilai, Kota Lama menjadi daya tarik tersendiri, karena terdapat bangunan-bangunan yang bergaya kolonial dan memiliki banyak spot menarik untuk diabadikan.
“Gayanya jaman dulu banget. Sebenarnya sama kaya Malioboro, tapi punya ciri yang berbeda,” ujarnya.
Disisi lain, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, Kota Lama Semarang masih menjadi tempat favorit saat berkunjung ke Kota Semarang.
“Tahum kemarin, Kota Semarang jumlah wisatawan tertinggi. Kota Lama jadi favorit. Moga-moga Nataru ini jadi tertinggi lagi,” harap Mbak Ita, sapaan akrabnya.
Mbak Ita pun mengingatkan, para penyedia jasa maupun usaha di Kota Lama untum tidak menaikan harga. Dia berpesan untuk membuat wisatawan nyaman dengan pelayanan yang baik.
“Parkir jangan sembarangan, jangan narik tarif parkir sembarangan. Begitu juga kuliner, makanan, jangan ngepruk. Kita harus melayani wisatawan. Kami berharap jumlah wisatawan seperti Lebaran,” tandasnya. ***
Penulis : Alan Henry Pambuko















