Tuturpedia.com – Pelelangan trofi Bola Emas (Golden Ball) Diego Maradona yang rencananya dilaksanakan mulai awal Juni mengalami penundaan.
Keputusan penundaan lelang trofi Bola Emas Maradona diumumkan oleh rumah lelang Prancis, Aguttes, pada Minggu (2/6) kemarin.
Penundaan lelang trofi Bola Emas Maradona dilakukan karena adanya investigasi dari pengadilan guna memastikan apakah trofi tersebut benar merupakan barang curian atau tidak.
Trofi Bola Emas yang dimaksud merupakan trofi yang diperoleh sang legenda kala membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 1986.
Tak hanya menjadi juara dunia, tahun itu juga menandai kelahiran Gol Tangan Tuhan dan Gol Abad Ini saat Argentina menekuk Inggris 3-2 pada babak perempat final.
Berdasarkan laporan dari ESPN, pewaris Maradona gagal menghentikan proses pelelangannya sehingga pengadilan Prancis memutuskan bahwa proses lelangnya bisa dilanjutkan. Hanya saja, pengacara sang pewaris lantas mengajukan banding.
“Misi kami adalah menyelenggarakan pelelangan dalam kondisi yang terbaik, baik bagi penjual kami maupun bagi para pembeli. Iklim dan segala ketidakpastian ini tidak memungkinkan para penikmat karya seni untuk mendekati pembelian ini dengan tenang, dan peran kami sebagai pihak ketiga yang terpercaya tak lagi bisa dipenuhi dengan semestinya,” demikian bunyi rilis resmi dari Aguttes.
Menyusul penundaan lelang tersebut, Aguttes belum merilis tanggal baru lagi. Trofi tersebut kabarnya pernah menghilang selama puluhan tahun setelah raib karena alasan yang tidak diketahui. Baru akhir-akhir ini saja trofi Bola Emas itu kembali muncul.
Menurut para pewaris Maradona, trofi tersebut dicuri sehingga mereka mengklaim bahwa pemiliknya tidak berhak untuk menjual trofi itu.
Sedangkan menurut keterangan Aguttes, trofi Bola Emas dari tahun 1986 itu muncul kembali pada 2016 silam bersamaan dengan barang-barang lainnya yang dibeli dari koleksi pribadi dalam pelelangan di Paris.
Baik pemilik trofi maupun Aguttes sama-sama menyatakan bahwa mereka tidak tahu bahwa trofi tersebut pernah dicuri.***
Penulis: K Safira
Editor: Nurul Huda
