Tuturpedia.com — Di era saat media sosial menjadi panggung utama pemasaran global, kolaborasi antara brand besar dan atlet kelas dunia kian menunjukkan nilai ekonominya. Salah satu yang menarik perhatian datang dari LEGO, yang disebut menggelontorkan dana besar untuk menggandeng para megabintang sepak bola mempromosikan produknya di Instagram.
Empat nama besar yang turut berkolaborasi dalam iklan LEGO adalah; Kylian Mbappé, Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan Vinícius Júnior.
Dalam daftar tersebut, Cristiano Ronaldo menempati posisi teratas dengan estimasi bayaran mencapai US$3,43 juta per unggahan. Angka ini sejalan dengan statusnya sebagai salah satu figur dengan pengikut terbanyak di Instagram, sekaligus brand global yang memiliki daya jangkau lintas generasi dan benua.

Di bawah Ronaldo, Lionel Messi disebut menerima sekitar US$2,59 juta untuk satu konten promosi. Kapten tim nasional Argentina ini dikenal memiliki citra kuat sebagai ikon sepak bola modern, terutama setelah keberhasilannya menjuarai Piala Dunia 2022 yang semakin mengerek nilai komersialnya.


Sementara itu, Kylian Mbappé bintang muda Prancis yang digadang-gadang sebagai wajah masa depan sepak bola mendapatkan bayaran sekitar US$852 ribu per unggahan. Meski lebih rendah dibanding Messi dan Ronaldo, nilainya tetap mencerminkan posisi Mbappé sebagai aset marketing premium bagi brand global.
Adapun Vinícius Júnior, winger lincah asal Brasil, berada pada kisaran US$325 ribu. Nilai tersebut dinilai sepadan dengan pertumbuhan popularitasnya dalam beberapa musim terakhir, terutama di level klub Eropa dan tim nasional.
Fenomena ini mencerminkan pergeseran besar dalam strategi pemasaran global. Jika dahulu brand bertumpu pada iklan televisi atau billboard, kini kekuatan utama berada di tangan individu dengan basis pengikut besar di media sosial.
Menurut laporan dari berbagai lembaga pemasaran digital seperti Hopper HQ dan Nielsen Sports, nilai satu unggahan berbayar ditentukan oleh sejumlah faktor: jumlah pengikut, tingkat interaksi (engagement rate), citra personal, serta relevansi audiens dengan produk yang dipromosikan.
Dalam konteks ini, para pesepak bola elite bukan sekadar atlet, melainkan juga “media” itu sendiri yang menjadi platform distribusi pesan yang langsung menjangkau ratusan juta pengguna tanpa perantara.
Langkah LEGO menggandeng ikon sepak bola juga dinilai sebagai strategi untuk memperluas pasar, khususnya ke generasi muda yang tumbuh bersama media sosial dan budaya pop global.
Kolaborasi semacam ini memungkinkan LEGO tidak hanya menjual produk mainan, tetapi juga membangun narasi menghubungkan kreativitas dengan sosok idola yang dekat dengan keseharian penggemar.
Penggunaan figur seperti Messi dan Ronaldo, misalnya, bukan sekadar soal popularitas, tetapi juga soal nilai simbolik tentang kerja keras, konsistensi, dan prestasi atribut yang ingin diasosiasikan dengan brand.
Dan di tengah kompetisi brand global yang semakin ketat, perhatian publik menjadi komoditas paling mahal.***



















