Jatim, Tuturpedia.com — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui sinergi lintas instansi memasang portal pembatas kendaraan di Jembatan Terusan Bojonegoro–Blora (TBB) yang berada di Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho. Sabtu, (14/02/2026).
Kebijakan ini diambil untuk melindungi infrastruktur jalan kelas III sekaligus merespons aspirasi warga terkait keselamatan berlalu lintas.
Dilansir dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, pemasangan portal ditujukan menyaring kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang kerap melintasi jembatan di luar kapasitas. Meski telah diberlakukan pembatasan, arus lalu lintas di lokasi dilaporkan tetap lancar.

Pada Kamis (12/2), pemantauan langsung dilakukan oleh camat, pemerintah desa, dan warga setempat. Wiyanto selaku Camat Ngraho menjelaskan, portal dipasang berdasarkan masukan masyarakat dan mengacu pada aturan lalu lintas dan angkutan jalan. Menurutnya, jembatan kelas III semestinya tidak dilintasi kendaraan bermuatan berlebih.
“Ini usulan masyarakat demi kepentingan bersama agar tidak membahayakan pengguna jalan. Selain itu, jembatan dan jalan di Bojonegoro bisa lebih awet karena digunakan sesuai kapasitasnya,” tegasnya.
Senada, Kepala Desa Luwihaji Muntohar menyebut kebijakan tersebut memberi rasa aman bagi warga. Ia menuturkan, sebelum ada portal, lalu lalang truk besar memicu kekhawatiran dan pernah menimbulkan insiden serius.
“Dulu ada truk tersangkut kabel hingga menyebabkan warga tersetrum. Warga juga kesulitan menyeberang karena dominasi kendaraan besar. Sekarang jauh lebih aman,” ujarnya.
Dukungan datang dari warga, salah satunya Nur Muhaimin Firmansyah. Ia menilai kondisi lalu lintas kini lebih tertib dan tidak lagi didominasi kendaraan ngebut.
“Efektif menekan kecelakaan yang sebelumnya bahkan sempat menelan korban jiwa,” katanya.
Meski begitu, masukan teknis tetap bermunculan. Suprianto, sopir lintas kota asal Luwihaji, menyarankan agar tiang tengah portal dihilangkan dan diganti penyangga di sisi kanan–kiri, dengan tetap mempertahankan pembatas ketinggian.
Dengan adanya portal, akses penghubung Bojonegoro–Blora diharapkan dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang, menjaga keselamatan pengguna jalan, sekaligus mendukung mobilitas ekonomi masyarakat sekitar.














