Indeks
News  

“Keneng Gawe” di Tengah Sawah: Swadaya Petani Jepangrejo Perkeras Jalan Demi Selamatkan Panen

Blora, Tuturpedia.com – Pemandangan berbeda terlihat di sebuah pertigaan jalan yang membelah area persawahan di Desa Jepangrejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu (18/2/2026).
Gundukan material tanah grosok tampak menumpuk tinggi di lokasi tersebut.

Tumpukan material itu bukan berasal dari proyek pemerintah atau kontraktor, melainkan hasil swadaya para petani setempat. Diliputi rasa prihatin terhadap kondisi akses jalan menuju lahan garapan, para petani berinisiatif melakukan urunan dana secara mandiri.

Kesadaran akan pentingnya akses jalan yang layak menjadi pemantik utama. Tanpa menunggu bantuan pihak luar, mereka bergerak bersama dalam semangat gotong royong yang oleh warga dikenal sebagai gerakan “Keneng Gawe”.

Aksi ini difokuskan pada penataan dan pemerataan tanah grosok di atas jalan yang sebelumnya berupa tanah hitam. Jenis tanah tersebut dikenal mudah lembek saat kadar air meningkat, terutama di musim hujan.

Para petani memahami risiko jika jalan dibiarkan rusak. Tanpa pengerasan, jalur persawahan berpotensi berubah menjadi kubangan lumpur saat panen tiba. Kondisi itu kerap membuat kendaraan pengangkut gabah terjebak, menambah biaya dan tenaga.

Dengan sabar, puluhan warga memindahkan tanah grosok dari tumpukan di pertigaan jalan ke titik-titik terparah. Material diangkut menggunakan alat sederhana, mulai dari cangkul hingga sepeda motor, lalu diratakan agar menutup permukaan tanah hitam yang labil.

Kontribusi warga datang dalam berbagai bentuk. Selain iuran dana, ada yang menyumbangkan tenaga, karung bekas untuk distribusi material, hingga dukungan logistik seperti air minum dan camilan di pinggir sawah.

Langkah ini menjadi antisipasi penting di tengah intensitas hujan yang masih tinggi. Bagi para petani, kelancaran akses jalan sangat menentukan keberhasilan membawa pulang hasil panen padi yang telah dirawat berbulan-bulan.

Melalui gotong royong “Keneng Gawe”, harapan akan panen yang lancar kini semakin nyata. Swadaya ini sekaligus menjadi potret kuatnya solidaritas warga desa dalam menjaga roda ekonomi keluarga tetap berputar.

Exit mobile version