Indeks
News  

Kapolres AKBP Wawan Andi Susanto: Mohon Doanya Masyarakat Blora, Agar Tiga Korban Santriwati yang Masih Hilang Dapat Segera Ditemukan

Blora, Tuturpedia.com – Tragedi memilukan menimpa delapan orang santriwati di Blora, Jawa Tengah, yang terseret arus saat bermain dan mencari kerang di pinggir sungai. Upaya pencarian gabungan yang melibatkan berbagai instansi telah membuahkan hasil, meskipun kabar duka menyelimuti temuan tersebut.

Berdasarkan informasi dari vidio yang beredar, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, pun
memberikan penjelasan mengenai operasi pencarian korban.

Update Terbaru: 5 Korban Ditemukan, 3 Masih Hilang

Pada hari ini, per Kamis (11/12/2025) sekitar pukul 15.32 WIB, dua korban tambahan berhasil ditemukan.

“Update saat ini, pukul 15:32, Alhamdulillah korban sudah ditemukan dua orang lagi,” ujar Kapolres Blora AKBP Wawan Andi S.

Dengan penemuan ini, total korban yang berhasil ditemukan adalah lima orang dari delapan santriwati yang terseret arus. Sayangnya, dua korban terakhir yang ditemukan berada dalam kondisi meninggal dunia.

“Dua korban yang barusan ditemukan kondisinya meninggal dunia. Kami mendoakan juga semoga almarhumah husnul khotimah, keluarga diberikan kesabaran dan ketabahan,” tambahnya.

Saat ini, lanjutnya kembali, tim gabungan masih berupaya keras untuk mencari tiga korban lainnya yang belum ditemukan.

Pencarian Melibatkan 70 Personel dan Tim Gabungan

Tim pencarian dan penyisiran melibatkan personel gabungan dari Polres Blora, BPBD, Basarnas, serta Kodim.

“Dari Polres kurang lebih personel kami terjunkan kurang lebih sekitar 70-an orang, bersama dengan tim gabungan dari BPBD dan Basarnas,” jelasnnya.

Area pencarian dibagi menjadi empat titik lokasi yang dilakukan dengan metode manual, termasuk menggunakan jaring dan sarana prasarana yang dimiliki masing-masing instansi. Posko gabungan juga telah didirikan di sekitar lokasi Bendungan Dluwangan untuk memaksimalkan operasi.

Kronologi: Mencari Kerang di Pinggir Sungai

Menurut keterangan yang didapatkan pihak kepolisian, kedelapan anak tersebut merupakan santriwati dari salah satu pondok pesantren di Kota Blora.

“Berdasarkan keterangan yang kita dapatkan, bahwa kedelapan anak ini bermain di pinggir sungai untuk mencari kerang,” beber Kapolres Blora AKBP Wawan Andi S.

Terahkir, Masyarakat Blora diminta untuk terus mendoakan agar tiga korban yang masih hilang dapat segera ditemukan dalam kondisi yang sehat walafiat.

Penulis: Lilik Yuliantoro Editor: Permadani T.
Exit mobile version