banner 728x250

Kandungan Gula Kopi Kemasan: Dari 14 Gram hingga 25 Gram per Botol

TUTURPEDIA - Kandungan Gula Kopi Kemasan: Dari 14 Gram hingga 25 Gram per Botol
banner 120x600

Tuturpedia.com – Minuman kopi kemasan kian mudah dijumpai di rak minimarket hingga mesin penjual otomatis. Praktis, dingin, dan siap diminum, kopi jenis ini menjadi pilihan banyak orang di tengah mobilitas yang serba cepat. Namun, di balik kepraktisannya, kandungan gula dalam kopi kemasan masih jarang disadari konsumen.

Infografik yang dirilis Tuturpedia memperlihatkan perbandingan kandungan gula dari sejumlah merek kopi kemasan yang beredar luas di Indonesia. Hasilnya menunjukkan variasi kadar gula yang cukup signifikan, mulai dari 14 gram hingga 25 gram per sajian.

Dalam daftar tersebut, kopi kemasan dengan kandungan gula terendah tercatat pada Luwak White Koffie, dengan sekitar 14 gram gula per botol, setara hampir empat sendok teh. Sementara itu, kandungan gula tertinggi ditemukan pada produk Kopi Kenangan kemasan, yang mencapai 25 gram gula, atau kurang lebih lima sendok teh dalam satu botol.

TUTURPEDIA - Kandungan Gula Kopi Kemasan: Dari 14 Gram hingga 25 Gram per Botol
Dok. Tuturpedia.com

Beberapa merek populer lain berada di kisaran menengah. Nescafe kaleng 240 ml mengandung sekitar 22 gram gula, sedangkan Kopiko 78°C tercatat mengandung 20 gram gula. Produk lain seperti Good Day, Kapal Api Signature, dan Golda Coffee berada pada rentang 17–19 gram gula per kemasan.

Jika dikonversi ke dalam takaran rumah tangga, hampir seluruh produk yang ditampilkan mengandung lebih dari tiga sendok teh gula per sajian. Angka ini mendekati, bahkan melampaui, batas konsumsi gula harian yang kerap direkomendasikan dalam berbagai panduan kesehatan.

Meski seluruh data tersebut tercantum dalam informasi nilai gizi pada kemasan, konsumen sering kali tidak benar-benar menghitung atau membayangkan jumlah gula yang dikonsumsi. Minuman kopi, terutama yang berlabel “latte”, “coffee milk”, atau “white coffee”, kerap dipersepsikan sebagai minuman ringan, bukan minuman manis.

Tren kopi kemasan sendiri terus tumbuh seiring meningkatnya konsumsi kopi nasional dan pergeseran gaya hidup urban. Produsen berlomba menghadirkan varian rasa yang ramah lidah, yang secara tidak langsung mendorong penggunaan gula dalam jumlah cukup besar untuk menjaga cita rasa tetap konsisten.

Infografik ini tidak menempatkan merek tertentu sebagai yang “paling buruk” atau “paling baik”, melainkan memperlihatkan satu hal sederhana: Kopi kemasan bukan sekadar kopi. Ia juga merupakan minuman berpemanis, dengan kandungan gula yang perlu diperhitungkan, terutama bagi konsumen yang mengonsumsinya secara rutin.

Dengan semakin terbukanya informasi semacam ini, konsumen diharapkan dapat lebih sadar terhadap apa yang mereka minum sehari-hari bukan hanya soal rasa dan merek, tetapi juga kandungan di balik label kecil di sisi botol.***

tuturpedia.com - 2026