Blora, Tuturpedia.com – Komitmen membangun daerah kian diperkuat melalui kolaborasi lintas alumni. Bupati Blora, Arief Rohman, menerima kunjungan jajaran Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Cabang Blora di Ruang VIP Rumah Dinas Bupati, Minggu (5/4/2026).
Pertemuan yang berlangsung hangat ini menjadi momentum strategis untuk mempererat sinergi antara alumni Universitas Gadjah Mada dengan Pemerintah Kabupaten Blora dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.
Suasana akrab langsung terasa sejak awal acara. Bupati menjamu 25 anggota KAGAMA dengan sarapan khas Blora, mulai dari nasi pecel, lontong tahu, asem-asem hingga kopi santen. Nuansa kekeluargaan ini sekaligus menjadi simbol semangat “guyub rukun” yang diusung KAGAMA.
Ketua KAGAMA Blora, Achlif Nugroho Widi Utomo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi dan halalbihalal, tetapi juga forum pelaporan berbagai kegiatan sosial yang telah dilakukan.
“Kami telah menjalankan sejumlah aksi sosial seperti penyaluran air bersih dan bantuan bagi korban bencana. Ke depan, kami ingin kontribusi ini semakin terarah dan berdampak luas,” ujarnya.
Sejumlah tokoh lintas sektor turut hadir, di antaranya Bambang Sulistya, Sam Gautama, perwakilan Perhutani, anggota DPRD, serta praktisi kesehatan dan ekonomi.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Arief Rohman mendorong KAGAMA untuk mengambil peran lebih konkret melalui pembentukan program Desa Binaan sebagai proyek percontohan.
“Saya berharap KAGAMA bisa membentuk satu Desa Binaan. Fokusnya bisa pada pengembangan SDM, inovasi pertanian, hingga infrastruktur. Jika berhasil, ini bisa menjadi role model bagi organisasi alumni lain untuk ikut membangun desa di Blora,” tegas Bupati.
Tak hanya pembangunan fisik, perhatian juga diarahkan pada sektor pendidikan. Bupati mengapresiasi kontribusi alumni dan berharap adanya inisiatif beasiswa bagi masyarakat kurang mampu guna melengkapi program beasiswa Pemkab Blora bagi mahasiswa UGM asal daerah tersebut.
Menindaklanjuti arahan tersebut, pengurus KAGAMA langsung bergerak cepat dengan menggelar diskusi teknis lanjutan di Warung Tani. Pembahasan difokuskan pada pemetaan desa potensial serta penyusunan program kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Inisiatif Desa Binaan ini diharapkan menjadi bukti nyata kontribusi KAGAMA melalui semangat “Guyub Rukun Migunani”, sekaligus memperkuat peran alumni sebagai agen perubahan dalam pembangunan daerah.






















