Blora, Tuturpedia.com – Kabar duka menyelimuti warga Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora. Sesepuh Kampung Samin, Mbah Pramugi Prawiro Wijoyo, dikabarkan telah berpulang ke hadirat Allah SWT pada Sabtu malam (21/2/2026).
Almarhum dikenal sebagai tokoh sepuh yang disegani di lingkungan masyarakat adat Samin atau Sedulur Sikep. Semasa hidupnya, Mbah Pramugi menjadi panutan dalam menjaga ajaran leluhur yang diwariskan oleh Samin Surosentiko, dengan menanamkan nilai kesederhanaan, kejujuran, kerja keras, serta kerukunan antarwarga.
Di tengah arus modernisasi, Mbah Pramugi tetap istiqamah mempertahankan tradisi dan kearifan lokal Kampung Samin Sambongrejo. Sosoknya dikenal sederhana dalam bertutur dan bersikap, namun tegas dalam memegang prinsip adat. Ia menjadi simbol keteguhan sekaligus perekat persaudaraan Sedulur Sikep.
Kepergian beliau menjadi kehilangan besar, khususnya bagi masyarakat adat Samin di Kecamatan Sambong. Warga merasa kehilangan figur penyejuk yang selama ini menjadi rujukan dalam menyelesaikan persoalan sosial dan menjaga harmoni kehidupan bermasyarakat.
Ucapan belasungkawa juga disampaikan Bupati Blora, Arief Rohman.
“Swargi langgeng Mbah Pramugi. Nderek bela sungkawa atas berpulangnya orangtua kami, tokoh adat kami, sesepuh kami, sesepuh Sedulur Sikep Desa Wisata Kampung Samin Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora. Mbah Pramugi Prawiro Widjojo,” ungkap Gus Arief sapaan akrab Bupati Blora, melalui akun Medsos resminya.
Menurut Bupati, almarhum merupakan sosok pelestari kebudayaan yang aktif menularkan ilmu dan pengalaman kepada generasi muda. Bahkan, Mbah Pramugi pernah menerima penghargaan Kalpataru tingkat nasional atas gerakan pelestarian alam di Kampung Samin Sambongrejo.
“Kami bersaksi beliau benar-benar orang yang baik. Sugeng tindak Mbah, semoga seluruh amal baiknya diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa tabah dan ikhlas, aamiin,” imbuhnya.
Doa dan ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan masyarakat. Warisan nilai luhur yang telah ditanamkan Mbah Pramugi diyakini akan terus hidup dalam keseharian Sedulur Sikep dan masyarakat Blora pada umumnya.













