Jakarta, Tuturpedia.com – PSSI akhirnya menyudahi teka-teki mengenai siapa nahkoda baru yang akan menukangi Tim Nasional Indonesia. Secara resmi, induk organisasi sepak bola tertinggi di tanah air tersebut mengumumkan penunjukan John Herdman sebagai pelatih kepala baru Skuad Garuda pada Sabtu (3/1).
Langkah ini tergolong berani sekaligus ambisius. Herdman bukan sekadar pelatih “impor” biasa; ia datang dengan portofolio mentereng sebagai sosok yang mampu meloloskan tim asuhannya ke panggung tertinggi sepak bola sejagat, Piala Dunia.

Profil dan Rekam Jejak: Spesialis “Pecah Telur”
Lahir di Inggris pada 19 Juli 1975, pria yang kini menginjak usia 50 tahun tersebut membawa segudang pengalaman internasional. Selama 23 tahun berkarier di pinggir lapangan, Herdman dikenal memiliki sentuhan Midas dalam membangun fondasi sepak bola sebuah negara.
Namanya melambung saat ia berhasil menyulap sepak bola Kanada menjadi kekuatan yang disegani. Tidak tanggung-tanggung, ia sukses menahkodai timnas putri Kanada meraih medali perunggu di dua edisi Olimpiade (2012 dan 2016) serta menjuarai Pan American Games 2011.
Puncak prestasinya terjadi saat ia dipercaya memegang timnas putra Kanada (2018-2023). Di bawah arahannya, Kanada berhasil mengakhiri puasa Piala Dunia selama 36 tahun dan melaju ke Qatar 2022. Kemampuannya memimpin tim senior dan kelompok umur seperti yang akan ia jalani di Indonesia sebagai pelatih tim senior sekaligus U-23 menjadi alasan kuat PSSI meminangnya.
Statistik John Herdman
Berdasarkan data yang dihimpun, Herdman memiliki jam terbang yang sulit dibantah:
- 215 Pertandingan Internasional: Angka ini menunjukkan kematangannya dalam membaca tensi laga antarnegara yang penuh tekanan.
- 3 Negara: Indonesia menjadi negara ketiga dalam daftar karier kepelatihannya setelah Selandia Baru dan Kanada.
- Karier Klub: Sebelum mendarat di Jakarta, ia sempat mencicipi ketatnya kompetisi liga bersama Toronto FC (2023-2024).
Keyakinan untuk Garuda
Dalam pernyataan perdananya, Herdman tidak ragu memasang target tinggi. Ia mengaku melihat potensi besar yang tertidur dalam ekosistem sepak bola Indonesia.
“Saya melihat peluang di Indonesia dan merasa sangat yakin. Garuda Fans pantas berada di panggung tertinggi sepak bola dunia,” ujar Herdman optimis.
Tantangan di depan mata tentu tidak mudah. Selain harus beradaptasi dengan budaya sepak bola lokal yang dinamis (dan terkadang penuh tekanan netizen), ia juga dibebankan tanggung jawab ganda untuk memastikan regenerasi di tim U-23 berjalan selaras dengan prestasi tim senior.
Kini, publik sepak bola nasional hanya tinggal menunggu: apakah “tangan dingin” pria asal Inggris ini mampu membawa Garuda terbang lebih tinggi, atau justru terjebak dalam pusaran ekspektasi yang selalu tinggi? Satu yang pasti, era baru di bawah John Herdman telah resmi dimulai.***















