Blora, Tuturpedia.com — Persoalan distribusi pupuk subsidi di Blora semakin meresahkan. Keluhan petani tidak lagi terbatas pada kelangkaan barang, tetapi juga harga yang melonjak tak wajar, bahkan mencapai dua kali lipat dari Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kondisi ini terungkap dari percakapan sengit di sebuah grup WhatsApp ‘Info Blora Sekitarnya, yang diunggah oleh masyarakat maupun petani, pada Kamis, (27/11/2025) malam.
Dalam tangkapan layar percakapan tersebut, para masyarakat dan petani secara terang-terangan menuding adanya pembiaran dari Pemerintah Daerah (Pemda) terhadap praktik curang ini.
Tudingan “Pembiaran” dan Harga Gelap
Salah satu akun bernama Agus Baron dalam grup tersebut menanggapi keluhan tentang pedagang nakal. Ia menyebut bahwa pupuk subsidi dijual di atas HET, bahkan “Bukan di atas lagi tapi dijual dengan harga dua kali lipatnya.”
Akun lain bernama suprojo secara lugas mengarahkan tudingan kepada Pemda.
“Kelihatannya pemerintah daerah ada pembiaran, banyak penjual pupuk subsidi dijual diatas HET,” tulisnya, mencurigai adanya oknum pengepul yang bermain menjual pupuk subsidi sebagai non-subsidi.
Keluhan lain dari akun Yusuf menyiratkan kondisi pertanian yang kian sulit. Selain pupuk, harga solar dan ketersediaan alat pertanian seperti traktor juga menjadi masalah.
“Pupuk harga turun tapi barang dipersulit dan solar buat mesin traktor juga sulit, gimana hasil panen mau meningkat,” keluh Yusuf, menunjukkan bahwa kenaikan hasil panen hanya akan menjadi mimpi jika masalah logistik dasar tidak diselesaikan.
Ancaman Nyata Gagal Panen
Kenaikan harga drastis hingga dua kali lipat ini menunjukkan bahwa praktik manipulasi dan penimbunan pupuk subsidi sudah berada di tingkat yang mengkhawatirkan.
Praktik ini secara langsung menggerus modal petani kecil dan mengancam produktivitas pertanian di Blora.
Para petani mendesak Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Blora untuk segera bertindak. Dibutuhkan audit menyeluruh terhadap rantai distribusi, dari distributor hingga pengecer, serta penindakan tegas bagi oknum yang terbukti mempermainkan harga dan stok pupuk yang vital bagi ketahanan pangan ini.















