banner 728x250

Jepang Mulai Membuang Limbah Bekas PLTN Fukushima ke Samudera Pasifik, Apa Dampaknya?

Ini dampak yang terjadi jika Jepang membuang limbah nuklir ke Samudera Pasifik. Foto: Tangkapan layar Youtube TV Tokyo
Ini dampak yang terjadi jika Jepang membuang limbah nuklir ke Samudera Pasifik. Foto: Tangkapan layar Youtube TV Tokyo
banner 120x600

Tuturpedia.com Jepang mulai melepaskan air radioaktif yang telah diolah menjadi pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi. Pelepasan limbah ke Samudera Pasifik ini akibat pembangkit listrik yang hancur disebabkan tsunami dan gempa bumi yang melanda Jepang tahun 2011.

Keputusan ini sempat mendapatkan tinjauan dari badan pengawas nuklir PBB. Badan tersebut mengatakan bahwa pembuangan limbah tersebut hanya akan memberikan dampak radiologis yang tidak dapat diabaikan oleh lingkungan dan manusia. 

Dikarenakan keputusan mendesak Jepang ini, beberapa negara menjadi khawatir. Salah satunya China yang sejak 24 Agustus 2023 mulai menangguhkan impor ikan perairan, seperti makanan laut dari Jepang. 

Apa yang Menyebabkan Munculnya Air di Pembangkit Listrik Fukushima?

Pada hari Kamis (24/8/23) pejabat TEPCO menyatakan katup dekat pompa transportasi air laut sudah mulai dibuka. Ada sebanyak 350 juta galon air limbah yang disimpan di lebih dari seribu tangki di PLTN Fukushima.

Apa yang menyebabkan adanya air di PLTN Fukushima Daiichi? 

Dikutip dari laman NPR pada Senin, (28/8/23), pasca gempa dan tsunami yang terjadi di tahun 2011 yang lalu, beberapa reaktor PLTN Fukushima Daiichi meleleh. Untuk mengantisipasi bencana alam lainnya terjadi, pekerja di sana akhirnya membanjiri reaktor dengan air.

Air tersebut menjadi cepat terkontaminasi dengan bahan kimia yang ada. Baik pembangkit dan reaktornya kali ini sudah tidak berfungsi kembali. Namin, reaktor masih perlu didinginkan yang menyebabkan air limbah terus menumpuk.

Bukan hanya menyebabkan tumpukan air, limbah juga menyerap ke dalam air tanah dan sebagiannya telah terkontaminasi. Hal inilah yang menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Jepang selama 12 tahun lamanya. 

Sebab tangki yang semakin memenuhi lokasi penyimpanan, pemerintah Jepang akhirnya memilih opsi untuk membuang sebagian air ke Samudera Pasifik. 

Upaya Jepang untuk Meminimalisir Senyawa Radioaktif

Sebelum pelepasan limbah ke Samudera Pasifik, tentu Jepang melalui berbagai proses untuk menghilangkan sebagian besar isotop radioaktif dari air. 

Menurut laman NPR, Kamis (24/8/23), sistem Advanced Liquid Processing System (ALPS) dipilih Pemerintah Jepang karena dapat menghilangkan beberapa kontaminan radioaktif yang berbeda-beda di air tersebut.

Namun sayangnya, ada salah satu isotop yang tidak bisa tersaring oleh sistem ini, yaitu tritium. Tritium adalah isotop hidrogen dan hidrogen adalah bagian dari air itu sendiri (H20). Jadi hal yang tidak mungkin untuk menghilangkan isotop ini.

Meskipun begitu, Jepang mengklaim jika tritium memiliki dampak yang tidak terlalu buruk dibandingkan bahan radioaktif lainnya. 

Tritium melalui peluruhan radioaktif yang relatif lemah dan membutuhkan waktu paling cepat 12 tahun. Tidak seperti unsur uranium 235 yang sudah tersaring dari limbah ini yang membutuhkan waktu 700 juta tahun.

Rencana Egois yang Ditentang Banyak Pihak

Dikutip dari laman Reuters, Operator pembangkit listrik Tokyo Electric Power (TEPCO) mengatakan jika pelepasan limbah akan dimulai pada hari Kamis pukul 13.03 waktu setempat. Meskipun persiapan berjalan mulus, sayangnya keputusan tersebut hingga saat ini masih ditentang oleh banyak pihak.

Rencana pembuangan limbah ini terus memicu kontroversi meskipun Jepang sudah mengklaim bahwa proses tersebut akan aman dan sudah didukung oleh Badan Nuklir PBB. 

Dikutip dari laman Aljazeera, beberapa negara mulai mengeluh dan melarang kegiatan impor makanan laut dari Jepang. China menjadi salah satu negara yang paling vokal menyatakan jika rencana ini sangat egois dan melakukan pelarangan impor. 

“Laut adalah milik bersama seluruh umat manusia, dan secara paksa membuang air limbah nuklir Fukushima ke laut adalah tindakan yang sangat egois dan tidak bertanggung jawab yang mengabaikan kepentingan publik internasional,” kata Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

Pertentangan ini juga terjadi di Korea Selatan, Hongkong, dan Macau yang menghentikan makanan laut dari Jepang.

Dampak Jangka Panjang dari Limbah Fukushima

Jepang perlu waktu berpuluh-puluh tahun untuk mengeluarkan limbah PLTN ke Samudera Pasifik. Meskipun sudah melalui proses yang aman, tetap bisa berdampak pada berbagai hal.

Dikutip dari laman NPR, menurut seorang ilmuwan senior Wood Hole Oceanographic, Ken Buesseler, kontaminan non-tritium yang terlewatkan oleh proses ALPS bisa saja menumpuk di dekat pantai seiring berjalannya waktu. 

Ia juga menyatakan, hal ini dapat merugikan nelayan di daerah tersebut. Buesseler juga mengkhawatirkan negara lain akan mengikuti jejak Jepang untuk membuang limbah nuklir ke laut. 

Penulis: Anna Novita Rachim

Editor: Nurul Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

news-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

118000301

118000302

118000303

118000304

118000305

118000306

118000307

118000308

118000309

118000310

128000256

128000257

128000258

128000259

128000260

128000261

128000262

128000263

128000264

128000265

128000266

128000267

128000268

128000269

128000270

128000271

128000272

128000273

128000274

128000275

128000276

128000277

128000278

128000279

128000280

128000281

128000282

128000283

128000284

128000285

128000286

128000287

128000288

128000289

128000290

128000291

128000292

128000293

128000294

128000295

138000271

138000272

138000273

138000274

138000275

138000276

138000277

138000278

138000279

138000280

148000306

148000307

148000308

148000309

148000310

148000311

148000312

148000313

148000314

148000315

158000171

158000172

158000173

158000174

158000175

158000176

158000177

158000178

158000179

158000180

158000181

158000182

158000183

158000184

158000185

158000186

158000187

158000188

158000189

158000190

158000191

158000192

158000193

158000194

158000195

158000196

158000197

158000198

158000199

158000200

168000276

168000277

168000278

168000279

168000280

168000281

168000282

168000283

168000284

168000285

178000336

178000337

178000338

178000339

178000340

178000341

178000342

178000343

178000344

178000345

178000346

178000347

178000348

178000349

178000350

178000351

178000352

178000353

178000354

178000355

178000356

178000357

178000358

178000359

178000360

178000361

178000362

178000363

178000364

178000365

188000346

188000347

188000348

188000349

188000350

188000351

188000352

188000353

188000354

188000355

188000356

188000357

188000358

188000359

188000360

188000361

188000362

188000363

188000364

188000365

188000366

188000367

188000368

188000369

188000370

188000371

188000372

188000373

188000374

188000375

198000235

198000236

198000237

198000238

198000239

198000240

198000241

198000242

198000243

198000244

198000245

198000246

198000247

198000248

198000249

198000250

198000251

198000252

198000253

198000254

198000255

198000256

198000257

198000258

198000259

198000260

198000261

198000262

198000263

198000264

198000265

198000266

198000267

198000268

198000269

198000270

198000271

198000272

198000273

198000274

208000066

208000067

208000068

208000069

208000070

208000071

208000072

208000073

208000074

208000075

208000076

208000077

208000078

208000079

208000080

208000081

208000082

208000083

208000084

208000085

208000086

208000087

208000088

208000089

208000090

208000091

208000092

208000093

208000094

208000095

218000161

218000162

218000163

218000164

218000165

218000166

218000167

218000168

218000169

218000170

218000171

218000172

218000173

218000174

218000175

218000176

218000177

218000178

218000179

218000180

218000181

218000182

218000183

218000184

218000185

218000186

218000187

218000188

218000189

218000190

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000131

228000132

228000133

228000134

228000135

228000136

228000137

228000138

228000139

228000140

228000141

228000142

228000143

228000144

228000145

228000146

228000147

228000148

228000149

228000150

228000151

228000152

228000153

228000154

228000155

228000156

228000157

228000158

228000159

228000160

238000251

238000252

238000253

238000254

238000255

238000256

238000257

238000258

238000259

238000260

238000261

238000262

238000263

238000264

238000265

238000266

238000267

238000268

238000269

238000270

238000271

238000272

238000273

238000274

238000275

238000276

238000277

238000278

238000279

238000280

news-1701