Semarang, Tuturpedia.com — Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, jadwal imsakiyah untuk wilayah Kota Semarang mulai beredar luas di ruang publik. Jadwal tersebut memuat rincian waktu imsak hingga isya selama 29 hari Ramadan, dengan ketentuan sesuai dengan hasil Sidang Isbat pada Selasa, 17 Februari 2026 bahwa awal puasa jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Berdasarkan jadwal yang dirilis oleh Tuturpedia, 1 Ramadan 1447 H bertepatan dengan 19 Februari 2026. Pada hari pertama, waktu imsak tercatat pukul 04.15 WIB, Subuh 04.25 WIB, Maghrib 18.04 WIB, dan Isya 19.14 WIB. Jadwal ini berlaku untuk koordinat -6.99, 110.42 dengan zona waktu Asia/Jakarta serta arah kiblat 294 derajat dari utara.
Perubahan Waktu yang Bertahap
Jika dicermati, terdapat perubahan waktu yang berlangsung perlahan sepanjang bulan. Waktu imsak pada pekan pertama berada di kisaran 04.15–04.17 WIB. Sementara waktu Maghrib penanda berbuka puasa secara gradual bergeser dari pukul 18.04 WIB pada awal Ramadan menjadi sekitar 17.53 WIB menjelang akhir bulan.
Fenomena ini merupakan konsekuensi dari pergerakan semu matahari dan posisi geografis Semarang yang berada di pesisir utara Pulau Jawa, bagian dari Provinsi Jawa Tengah. Variasi menit demi menit itu mungkin terasa kecil, tetapi bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa, ketepatan waktu menjadi perkara prinsip.
Mengacu pada Kriteria MABIMS
Dalam keterangan yang tercantum, jadwal ini disusun berdasarkan kriteria MABIMS, forum Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura yang sejak beberapa tahun terakhir menyepakati parameter visibilitas hilal dengan tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Di Indonesia, standar tersebut juga digunakan oleh Kementerian Agama RI sebagai rujukan dalam proses hisab dan rukyat penentuan awal bulan hijriah. Meski demikian, penetapan resmi awal Ramadan tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar menjelang masuknya bulan suci.
Artinya, tanggal 19 Februari 2026 dalam jadwal ini masih bersifat prediktif berbasis perhitungan astronomi (hisab). Kepastian awal puasa akan diumumkan pemerintah setelah mempertimbangkan hasil pemantauan hilal di berbagai titik rukyat di Indonesia.
Panduan Ibadah dan Disiplin Waktu
Jadwal imsakiyah bukan sekadar tabel angka. Ia menjadi penanda ritme harian umat Muslim selama sebulan penuh, mengatur waktu sahur, menahan diri, hingga berbuka dan menunaikan salat tarawih. Dalam konteks perkotaan seperti Semarang, yang denyut aktivitasnya relatif tinggi, kepastian waktu menjadi kebutuhan mendasar.
Para ahli falak menjelaskan bahwa perhitungan jadwal salat dilakukan dengan pendekatan astronomi modern yang mempertimbangkan posisi matahari, lintang-bujur wilayah, serta elevasi tempat. Karena itu, jadwal tiap kota bisa berbeda meski berada dalam satu provinsi.
Masyarakat diimbau untuk tetap merujuk pada sumber resmi pemerintah atau otoritas keagamaan setempat guna memastikan kesesuaian waktu, terutama saat hari pertama Ramadan dan penentuan Idulfitri.
Dengan semakin dekatnya bulan suci, jadwal ini menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, melainkan juga tentang ketertiban, presisi, dan kesiapan batin menyambut bulan yang diyakini penuh ampunan.***
