Blora, Tuturpedia.com — Isak tangis membasahi mata dan pipi Sukrin (42), warga Dusun Gendono, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Minggu, (14/09/2025).
Iya, Sukrin sendiri baru saja kehilangan buah hatinya yang baru berusia kurang lebih 2 (dua) tahun bernama Abu Dabi serta istrinya Suyati, korban tragedi kebakaran dan ledakan “Sumur Bor Minyak Ilegal” di Dusun tersebut.
Tangisan Sukrin ini tentunya bukan tanpa alasan, trauma baik materil maupun psikologis masih menghantui di pikirannya. Hal tersebutlah yang membawa kenekatannya untuk mendatangi pengacara kondang Blora yakni Sugiyarto, di kediamannya wilayah kecamatan Ngawen, pada Sabtu, (13/09) siang.
Kedatangan Sukrin ini, untuk meminta pertolongan kepada pengacara kondang tersebut, agar tergerak hati bersama-sama menuntut keadilan.
Sontan, pengacara kondang tersebut pun ikut terbalut dalam kesedihan dan membantu untuk mendapatkan keadilan, yakni dengan cara membuat laporan resmi ke polres Blora pada hari itu juga.


Adapun laporan ke polres Blora tersebut yakni adalah mengadukan Kepala Desa Gandu, serta semua pengurus sumur bor minyak ilegal, agar bertanggung jawab, atas apa yang menimpa Sukrin.
“Kedatangan saya ke Bapak Sugiyarto ini, karena saya tak sanggup berjuang sendirian, dan akhirnya saya putuskan untuk meminta pertolongan ke beliaunya. Dan, yang saya tuntut ya pihak terkait semua. Jangan ada A, B, atau C. Pokoknya pengelola di situ saya tuntut,” ucap Sukrin (42).
Lebih lanjut, Sukrin, menuturkan bahwasanya sebelum ada pengeboran-pengeboran sumur ilegal tersebut, Desa Gandu adem ayem dan tenteram. Namun, keadaan berubah ketika pengeboran tanpa safety tersebut berjalan. Bahkan juga menimbulkan dampak lingkungan.
“Intinya tuntutan saya, sumur di Desa Gandu di tutup semua. Cukup saya saja yang merasakan, warga lainnya jangan. Dan di sana, sebelum ada pengeboran itu adem ayem serta tenteram, tidur pun juga nyenyak,” ungkapnya.
Tapi setelah ada pengeboran-pengeboran baru timbul masalah. Sampai saat ini kampung sepi tak seperti biasanya sebelum ada pengeboran-pengeboran. Bahkan juga tak ada aktivitas,” ungkapnya kembali.
Terlepas dari itu, sebagaimana diberitakan sebelumnya seorang korban balita tragedi kebakaran sumur minyak di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Abu Dhabi (2) yang juga sempat menjalani perawatan intensif di RS Dokter Sardjito, Yogyakarta, pada Kamis (11/09), menghembuskan nafas terakhir.
Penulis: Lilik Yuliantoro || Editor; Permadani T.















