Indeks
News  

Isi Surat Wasiat Mahasiswi Kedokteran Hewan Unair: Mengungkap Kisah Pahit di Balik Kehilangan

Inilah isi surat wasiat yang diduga ditinggalkan oleh mahasiswi kedokteran hewan Unair untuk keluarganya. Foto: Freepik.com/rawpixel.com
Inilah isi surat wasiat yang diduga ditinggalkan oleh mahasiswi kedokteran hewan Unair untuk keluarganya. Foto: Freepik.com/rawpixel.com

Tuturpedia.com – Seorang mahasiswi berusia 21 tahun dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (FKH Unair) yang dikenal dengan inisial CA, ditemukan meninggal di dalam sebuah mobil di Sidoarjo, Jawa Timur. 

Kejadian ini terjadi pada Minggu (5/11/2023) pagi, di halaman sebuah apartemen yang terletak di Jalan H. Anwar Hamzah, Desa Tambak Oso, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Menurut AKP Ahmad Yani, yang merupakan Kanit Reserse Kriminal Polsek Waru, dalam mobil tersebut, yang memiliki nomor polisi AG 1484 BY, polisi menemukan beberapa barang pribadi milik korban, seperti ponsel dan kartu identitas diri. 

Selain itu, petugas juga menemukan sebuah tabung helium beserta selang yang mengarah ke sebuah kantong plastik yang melilit kepala korban.

Di dalam mobil tersebut, terdapat dua surat berbahasa Inggris yang diduga ditulis oleh korban sebelum ia ditemukan meninggal. 

Berikut adalah terjemahan isi surat-surat tersebut dalam bahasa Indonesia.

Surat pertama ditujukan untuk ibu dan saudaranya.

Dear Mama

Terima kasih selama ini telah melindungiku. Tetapi sekarang perlindunganmu terasa sia-sia. Aku tak pernah membuat keputusanku sendiri dalam hidup ini. Sekarang inilah bagaimana aku menunjukkan kebebasanku.

Aku memilih apa yang aku pilih dalam hidup ini. Aku tak melihat masa depan untukku. Aku tahu bagaimana kau mencintaiku. Ini bukan salahmu. Aku tidak menyalahkanmu. Maaf aku tak bisa mencintaimu kembali. Maaf aku tak dapat melindungimu.

Dear saudara laki-laki dan perempuanku

Aku berharap kalian tak berakhir seperti aku. Kalian mungkin melihat aku sebagai anak yang cerdas. Aku nggak secerdas itu. Aku adalah seorang yang bodoh yang tak pernah melihat dunia sebenarnya.

Aku telah buta selama ini dan telah memberi kalian semua harapan palsu. Dunia ini kejam. Ingat itu. Aku mencintai kalian. Tapi aku tak bisa melakukannya lagi sejak aku berhenti berharap. Sudah terlambat sekarang.

Jika seluruh dunia mempertanyakan, aku tak melihat ada harapan. Aku ingin bertahan di sana

Surat kedua ditujukan untuk paman dan sahabatnya

Dear paman

Terima kasih telah membukakan mataku untuk melihat dunia yang kejam ini. Tetapi bocah bodoh dan rapuh yang kamu cintai ini tak bisa berkawan dengan kenyataan.

Aku memilih kabur. Maaf aku pengecut. Aku tak cerdas, aku tak bijaksana. Kamu salah dalam melihatku. Aku melihat tak ada masa depan dan juga kesuksesan.

Dear sahabat

Kalian begitu kuat dan berani. Aku berharap bisa seperti kalian. Tapi kalian tahu, aku lemah. Tak punya motivasi. Aku berharap kalian bahagia selamanya. Aku tahu kalian bisa. Maafkan aku. Aku sayang kalian.

Bila setiap orang pernah menjumpaiku. Bila aku salah, bunuh saja aku. Untuk dunia. ya, kamu telah menumbuhkan kegagalan, generasi lemah.

Hidup segan mati tak mau? Aku memilih untuk mati.***

Penulis: Muhamad Rifki

Editor: Nurul Huda

Exit mobile version