Tuturpedia.com – Baru-baru ini, pemerintah Indonesia mengumumkan perubahan resmi untuk ejaan sejumlah nama negara asing dalam bahasa Indonesia. Ini bukan sekadar “ganti nama asal,” tetapi langkah panjang untuk membuat penulisan nama negara lebih selaras dengan cara kita melafalkan dan mengeja kata sesuai kaidah bahasa Indonesia sendiri.
Perubahan ini diajukan Indonesia ke forum internasional United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN), yang merupakan badan ahli PBB untuk nama geografis, dan tercatat dalam dokumen resmi yang dibahas pada sesi tahun lalu.
Tujuan utamanya jelas: Supaya penulisan nama negara di dokumen resmi, peta, surat pemerintahan, dan media menjadi lebih konsisten, mudah diucapkan, dan sesuai kaidah bahasa Indonesia.
Contoh Perubahan yang Paling Dilirik
Beberapa perubahan ejaan yang paling menarik perhatian publik antara lain:
- Thailand → Tailan
- Paraguay → Paraguai
- Swiss → Swis
- Bangladesh → Banglades
- Afghanistan → Afganistan
Ini berarti bukan hanya sekadar huruf yang diganti tapi lebih pada cara penulisan yang mengikuti logika bunyi bahasa Indonesia.
Masuk KBBI & Peta Indonesia
Perubahan nama-nama ini juga akan masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pada edisi pemutakhiran bulan April 2026 mendatang. Meski begitu, penulisan baru tersebut tidak secara otomatis harus dipakai oleh semua lembaga pemerintahan, tetapi jadi acuan baku yang direkomendasikan.
Selain itu, dalam Peta Indonesia versi 2025, misalnya, nama negara tetangga seperti Thailand sudah dicetak sebagai Tailan tanda nyata bahwa kebijakan ini mulai diterapkan juga dalam produk resmi pemerintah.
Kenapa Ini Penting?
Walaupun perubahan suara ejaan seperti ini kadang menimbulkan reaksi beragam di masyarakat, langkah ini sebenarnya bagian dari upaya panjang yang sudah dimulai sejak 2019 untuk memastikan nama negara asing ditulis dengan kaidah yang tepat dalam bahasa Indonesia.
Jadi mulai tahun ini dan seterusnya, kita bakal melihat nama negara dunia tertulis dalam format yang lebih “Indonesia banget” lebih mudah dibaca, diucapkan, dan konsisten dengan bahasa kita sendiri.***
Penulis: Rizal Akbar || Editor: Permadani T.
