Tuturpedia.com — Indonesia resmi bergabung dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace), sebuah inisiatif internasional yang diluncurkan dalam rangkaian World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Kamis (22/1). Keikutsertaan Indonesia menandai langkah diplomatik baru untuk mendorong stabilitas kawasan konflik, khususnya dalam mendukung upaya perdamaian dan rekonstruksi Gaza.
Dewan Perdamaian ini digagas sebagai platform multilateral yang berfokus pada pengawasan gencatan senjata, stabilisasi keamanan, serta koordinasi rekonstruksi pascakonflik. Badan tersebut diketuai oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan dirancang untuk bekerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam pelaksanaan mandat kemanusiaan dan keamanan.

Dalam daftar negara yang tergabung, Indonesia berada di antara sejumlah negara dari berbagai kawasan, termasuk Hungaria, Argentina, Belgia, Mesir, Yordania, Paraguay, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, Kazakhstan, Bahrain, Maroko, Bulgaria, Kosovo, Pakistan, Qatar, hingga Mongolia. Komposisi ini mencerminkan upaya membangun koalisi lintas benua untuk merespons dinamika konflik global.
Partisipasi Indonesia dinilai sebagai kelanjutan dari tradisi diplomasi bebas aktif yang selama ini diusung pemerintah, sekaligus mempertegas posisi Jakarta sebagai salah satu aktor yang konsisten menyuarakan isu kemanusiaan di Palestina. Fokus utama Dewan Perdamaian, sebagaimana dipaparkan dalam peluncuran resminya, mencakup pemantauan kesepakatan gencatan senjata, penguatan keamanan sipil, serta pembangunan kembali infrastruktur dan layanan dasar di Gaza.
Melalui kerja sama dengan PBB dan negara-negara anggota lain, Dewan Perdamaian diharapkan dapat menjadi mekanisme koordinasi yang lebih efektif dalam merespons konflik berkepanjangan. Selain aspek keamanan, agenda yang diusung juga mencakup pemulihan ekonomi, bantuan kemanusiaan, dan perlindungan warga sipil.
Langkah Indonesia masuk dalam forum ini memperluas ruang diplomasi di tingkat global, sekaligus membuka peluang peran lebih besar dalam merumuskan solusi atas krisis internasional. Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap situasi Gaza, kehadiran Indonesia di Dewan Perdamaian menjadi sinyal komitmen untuk terlibat aktif dalam upaya menciptakan stabilitas dan perdamaian jangka panjang.***















