banner 728x250
News  

Hotman Paris Pertanyakan Teori Racun Sianida Pada Para Ahli, Ungkap Cara Bebaskan Jessica Wongso

Hotman Paris pertanyakan teori kopi sianida yang menjerat Jessica Wongso. FOTO: Instagram.com/hotmanparisofficial
Hotman Paris pertanyakan teori kopi sianida yang menjerat Jessica Wongso. FOTO: Instagram.com/hotmanparisofficial
banner 120x600

Tuturpedia.com – Pengacara kondang Hotman Paris bersuara soal kasus kopi sianida Jessica Kumala Wongso yang terjadi pada 6 Januari 2016.

Hotman Paris mempertanyakan teori penguapan sianida kepada ahli forensik kimia. Dia mengungkapkan bahwa putusan yang diterima oleh Jessica Wongso diambil dari kemungkinan-kemungkinan.

“Salah satu yang memberatkan Jessica adalah adanya pendapat dari seorang ahli forensik kimia yang bisa mengatakan bahwa sianida tersebut diletakkan sekitar 16.30 sampai dengan jam 16.45 pada tanggal 6 Januari 2016. Padahal ahli tersebut baru mulai melakukan penelitian pada tanggal 10 Januari 2016 atau empat hari kemudian setelah terjadi kematian,” ujar Hotman Paris, dikutip Tuturpedia.com dari akun Instagram @hotmanparisofficial pada Rabu (4/10/2023).

Perhitungan Ahli Terkait Penguapan Sianida

Dari hasil perhitungan ahli, penguapan tersebut terhitung mundur per 24 jam. Hotman pun melanjutkan, “jadi, tanggal 10, tanggal 9, tanggal 8 sampai dengan tanggal 6 akhirnya sampailah ahli tersebut mengatakan bahwa sianida tersebut dinyatakan jam 16.30, kurang lebih jam segitu.”

Yang menjadi pertanyaan Hotman yaitu, bagaimana seorang ahli itu bisa menyimpulkan bahwasanya sianida tersebut dinyatakan pada tanggal 6 Januari pukul 16.30 WIB, sedangkan 24 jam bukanlah waktu yang singkat.

Hotman melanjutkan, hal ini menjadi tantangan bagi para ahli kimia karena berhubungan dengan nyawa seseorang.

“Lagi pula perhitungan ahli kimia yang diputuskan ini bukan perhitungan penguapan per 24 jam, tapi perhitungan penguapan per 24 jam mundur ke belakang. Jadi bisa saja penguapan tersebut jam ke-18 jam ke-15, berarti kan tidak pasti, itu tidak pasti, tapi orang dihukum puluhan tahun penjara,” tegas Hotman.

Selain itu, ia meminta masukan dari ahli forensik kimia mengenai teori penguapan sianida terkait ahli forensik kimia yang pertama kali melihat sisa sianida pada tanggal 10 Januari 2016.

“Yang notabenenya pada saat itu memang si Jessica sudah ada di meja dan itu menjadi salah satu unsur, kalau bukan Jessica yang menaruh racun sianida tersebut, siapa lagi. Itulah teori (yang) hendak mau dikembangkan, masalahnya teori mundur tersebut adalah per 24 jam ke belakang, 24 jam itu kan luas ya, bisa luas, nggak bisa dipake patokan ya, apakah jam ke-18, jam ke-24 penguapannya berapa, itu beda-beda,” lanjutnya.

Menurut Hotman, teori tersebut tidak benar, dan ia tidak setuju dengan teori tersebut. Di sisi lain, dari hasil pantauan Tuturpedia.com dari film Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso di Netflix, dr. Djaja Surya Atmadja ahli forensik dan DNA mengungkapkan dalam persidangan bahwa orang yang meninggal karena sianida, HbO2nya akan tinggi.

Kemudian ada tanda-tanda kulit yang berwarna merah, “saya adalah dokter pertama yang melihat mayatnya dua jam setelah dia (Mirna) meninggal, saya lihat matanya itu mukanya biru.”

Kembali ke pernyataan Hotman Paris, yang mengatakan putusan Jessica berasal dari teori kemungkinan-kemungkinan.

“Karena setiap alasan untuk mempidanakan dia (Jessica) bisa ditangkis dengan kemungkinan lain. Contoh, salah satu alasan adalah kenapa hakim yakin Jessica bersalah, karena dia menaruh paper bag di meja seolah-olah untuk menutupi saat dia memasukan sianida ke kopinya,” kata Hotman.

Menyambung dengan kopi yang sudah dipesan terlebih dahulu oleh Jessica untuk temannya, Hotman mengatakan itu bisa saja terjadi ketika seseorang sedang melakukan pertemuan dengan siapapun, yakni memesan menu lebih dulu agar tidak membuang waktu.

“Jadi kalo memang itu adalah hanya suatu kemungkinan pandangan, selalu ada dua two side of the story, selalu ada dua kemungkinan. Maukah kita memenjarakan orang 20 tahun, atas sesuatu yang tidak pasti, maukah kita memenjarakan orang atas sesuatu yang belum pasti, belum pasti itu kata kuncinya,” ucap Hotman.

Cara Bebaskan Jessica Wongso Menurut Hotman Paris

Lebih dari itu, Hotman mengungkapkan bagaimana cara menyelamatkan Jessica Wongso meski putusannya sudah di tingkat peninjauan kembali (PK).

“Karena sudah tingkat putusannya sudah PK, sudah tidak bisa dirubah lagi, putusannya sudah yang tertinggi, sudah tidak bisa lagi dirubah,” kata Hotman.

“Caranya adalah kalau memang pimpinan negeri ini sependapat dengan saya, bahwa jangan hukum orang yang belum pasti terbukti bersalah caranya adalah satu-satunya pastikan dulu bakal diampuni, minta Jessica ajukan grasi ke presiden. Tapi tentu dengan catatan di belakang layar sudah ada komitmen akan dikabulkan grasinya tersebut,” tuturnya.

Menurut UU Nomor 22 Tahun 2002 tentang Grasi, grasi adalah pengampunan berupa perubahan, peringanan, pengurangan, atau penghapusan pelaksanaan pidana kepada terpidana yang diberikan oleh Presiden.

Dengan demikian, grasi berarti mengakui perbuatan. Namun, jika permohonan grasi Jessica ditolak, maka akan menjadi kerugian untuk Jessica.

“Satu-satunya jalan untuk membebaskan dia, proses hukum hanya ada itu, sudah tidak ada PK di atas PK, PK tidak bisa dua kali, maka satu-satunya jalan hanya dengan grasi dari presiden,” pungkas Hotman.***

Penulis: Annisaa Rahmah

Editor: Nurul Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

news-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

118000326

118000327

118000328

118000329

118000330

128000316

128000317

128000318

128000319

128000320

128000321

128000322

128000323

128000324

128000325

138000296

138000297

138000298

138000299

138000300

148000336

148000337

148000338

148000339

148000340

148000341

148000342

148000343

148000344

148000345

158000201

158000202

158000203

158000204

158000205

158000206

158000207

158000208

158000209

158000210

158000211

158000212

158000213

158000214

158000215

158000216

158000217

158000218

158000219

158000220

168000286

168000288

168000291

168000292

168000293

168000294

168000295

168000296

168000297

168000298

168000299

168000300

168000301

168000302

168000303

168000304

168000305

168000306

168000307

168000308

168000309

168000310

168000311

168000312

168000313

168000314

168000315

178000376

178000377

178000378

178000379

178000380

178000381

178000382

178000383

178000384

178000385

178000386

178000387

178000388

178000389

178000390

178000391

178000392

178000393

178000394

178000395

188000376

188000377

188000378

188000379

188000380

188000381

188000382

188000383

188000384

188000385

188000386

188000387

188000388

188000389

188000390

188000391

188000392

188000393

188000394

188000395

188000396

188000397

188000398

188000399

188000400

188000401

188000402

188000403

188000404

188000405

198000275

198000276

198000277

198000278

198000279

198000280

198000281

198000282

198000283

198000284

198000285

198000286

198000287

198000288

198000289

198000290

198000291

198000292

198000293

198000294

198000295

198000296

198000297

198000298

198000299

198000300

198000301

198000302

198000303

198000304

208000086

208000087

208000088

208000089

208000090

208000091

208000092

208000093

208000094

208000095

208000096

208000097

208000098

208000099

208000100

208000101

208000102

208000103

208000104

208000105

208000106

208000107

208000108

208000109

208000110

208000111

208000112

208000113

208000114

208000115

208000116

208000117

208000118

208000119

208000120

208000121

208000122

208000123

208000124

208000125

218000201

218000202

218000203

218000204

218000205

218000206

218000207

218000208

218000209

218000210

218000211

218000212

218000213

218000214

218000215

218000216

218000217

218000218

218000219

218000220

228000151

228000152

228000153

228000154

228000155

228000156

228000157

228000158

228000159

228000160

228000161

228000162

228000163

228000164

228000165

228000166

228000167

228000168

228000169

228000170

228000171

228000172

228000173

228000174

228000175

228000176

228000177

228000178

228000179

228000180

228000181

228000182

228000183

228000184

228000185

228000186

228000187

228000188

228000189

228000190

238000271

238000272

238000273

238000274

238000275

238000276

238000277

238000278

238000279

238000280

238000281

238000282

238000283

238000284

238000285

238000286

238000287

238000288

238000289

238000290

238000291

238000292

238000293

238000294

238000295

238000296

238000297

238000298

238000299

238000300

238000301

238000302

238000303

238000304

238000305

238000306

238000307

238000308

238000309

238000310

news-1701