Indeks

HIMPERA Health Forum Angkatan 1 Tingkatkan Kewaspadaan Campak Lewat Webinar Kesehatan Nasional

Jakarta, Tuturpedia.com – Himpunan Mahasiswa S1 Keperawatan (HIMPERA) Angkatan 1 sukses menyelenggarakan Webinar Kesehatan Nasional bertajuk “Peningkatan Kewaspadaan dan Penatalaksanaan Campak dalam Upaya Pencegahan Komplikasi”. Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh mahasiswa kesehatan, tenaga kesehatan, serta masyarakat umum dari berbagai daerah di Indonesia.

Webinar ini hadir sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait penyakit campak yang hingga kini masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat, khususnya pada kelompok bayi dan anak-anak. Melalui forum edukatif ini, peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai diagnosis, penularan, tata laksana medis, hingga perawatan keperawatan berbasis bukti dalam pencegahan dan pengendalian campak.

Ketua STIKes Pertamedika, Ns. Maryati, S.Sos., S.Kep., MARS., yang membuka acara tersebut menegaskan bahwa peningkatan kewaspadaan terhadap campak menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi yang dapat membahayakan kesehatan pasien.

“Webinar ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat serta tenaga kesehatan mengenai pentingnya deteksi dini, pencegahan, dan penatalaksanaan campak yang tepat. Dengan pemahaman yang baik, kita dapat bersama-sama menekan angka kejadian campak dan mencegah berbagai komplikasi yang dapat berdampak serius terhadap kesehatan, khususnya pada kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak,” ujarnya.

Dalam sesi ilmiah pertama bertema Clinical Overview of Measles: Diagnosis, Transmission, and Medical Management, dr. Widita Putri memaparkan berbagai aspek penting mengenai penyakit campak. Materi yang disampaikan mencakup gambaran klinis campak, mekanisme penularan, proses diagnosis, hingga penatalaksanaan medis yang tepat.

Peserta juga diajak memahami pentingnya deteksi dini sebagai langkah awal pengendalian penyakit. Selain itu, imunisasi kembali ditekankan sebagai strategi utama dalam menekan angka kejadian campak di masyarakat. Edukasi ini menjadi penting mengingat campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani secara tepat.

Sesi kedua menghadirkan Ns. Dewi Yulianti, S.Kep. dengan materi Peningkatan Kewaspadaan dan Penatalaksanaan Campak dalam Upaya Pencegahan Komplikasi. Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya kewaspadaan tenaga kesehatan dalam mengenali tanda dan gejala campak sejak dini.

Ia juga mengulas berbagai faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi pada pasien campak. Beberapa komplikasi yang perlu diwaspadai antara lain pneumonia, diare berat, ensefalitis, hingga malnutrisi. Menurutnya, penanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi risiko komplikasi yang berdampak pada kualitas hidup pasien.

Selain aspek klinis, materi tersebut juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat dalam pengendalian penyakit campak. Kerja sama yang baik dinilai mampu meningkatkan efektivitas upaya pencegahan dan penanganan kasus di lapangan.

Sementara itu, sesi ilmiah ketiga menghadirkan Ns. Devi Trianingsih, S.Kep., M.Kep. yang membahas Manajemen dan Perawatan Keperawatan Berbasis Bukti dalam Pencegahan dan Pengendalian Campak.

Dalam sesi ini, peserta mendapatkan wawasan mengenai berbagai intervensi keperawatan berbasis bukti yang dapat diterapkan dalam perawatan pasien campak. Pembahasan mencakup upaya promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif yang dilakukan secara berkesinambungan.

Peran perawat dalam edukasi kesehatan juga menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Selain memberikan perawatan kepada pasien, perawat memiliki tanggung jawab dalam pengendalian infeksi, pemantauan kondisi pasien, serta mendukung program imunisasi sebagai langkah pencegahan yang paling efektif.

Melalui penyelenggaraan webinar ini, HIMPERA Angkatan 1 menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan kesehatan sekaligus memperkuat peran tenaga kesehatan dalam pencegahan penyakit menular.

Panitia pelaksana berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan guna meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai campak dari berbagai aspek.

“Melalui webinar ini, kami berharap peserta dapat meningkatkan pemahaman mengenai campak, mulai dari aspek klinis hingga perawatan berbasis bukti, sehingga dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit campak di masyarakat,” ujar panitia pelaksana.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Puskesmas Kemiri dan Puskesmas Kebayoran Lama serta bekerja sama dengan berbagai media partner dan organisasi kemahasiswaan kesehatan. Dukungan tersebut menjadi bukti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit campak dan upaya pencegahan komplikasinya.
Kontributor: Sarah Limbeng

Editor: Permadani T.
Exit mobile version