Indeks
News  

Guru di Bima Babak Belur Dihajar Siswa, Lantaran Tegur Merokok di Ruang Kelas 

Seorang guru di Bima NTB dihajar siswa karena menegurnya yang telah merokok di ruang kelas. Foto; Pexels.com/fauxels
Seorang guru di Bima NTB dihajar siswa karena menegurnya yang telah merokok di ruang kelas. Foto; Pexels.com/fauxels

Tuturpedia.com – Seorang guru di Bima babak belur dihajar siswanya lantaran ditegur saat merokok di ruang kelas. 

Dikutip dari akun Instagram @frix.id, Kamis (9/11/2023), salah seorang guru di Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) babak belur dihajar oleh siswanya pada Selasa (7/11).

Insiden tersebut terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Woha Kabupaten Bima.

Peristiwa ini terjadi ketika sang guru hendak mengajar dan mendapati muridnya sedang merokok di dalam kelas.

MS selaku guru pun menegur 5-6 orang siswa yang merokok di dalam ruangan kelas.

Saat ditegur, kelima siswa tersebut tak terima, lalu salah satunya terlibat adu mulut dengan sang guru.

Kemudian tak lama, salah satu dari kelima siswa itu melayangkan tinju ke arah wajah sang guru (MS). 

Insiden tersebut bermula saat sang guru berinisial MS mendapati Siswanya (HM) dan lima orang lainnya tengah merokok di dalam ruang kelas yang tentu saja melanggar aturan yang telah ditetapkan. Akibat ulah siswa tersebut, sang guru menjadi lebam di pelipisnya. 

Usai kejadian ini, pihak sekolah dan guru MS pun langsung melaporkan siswa tersebut yang berinisial MS ke Mapolsek Woha.

Kasus antara siswa dan murid tersebut bisa diselesaikan dengan cepat tanpa adanya tanda tangan kepala sekolah selaku pihak yang bertanggung jawab.

Keduanya memilih untuk berdamai, lantaran sang guru MS tak mau menempuh jalur hukum terkait dugaan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh muridnya. 

Selain itu, orang tua siswa pun dipanggil dan telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung pada korban. 

“Kemarin datang orang tua laki-lakinya (ayah siswa) dan sampaikan maaf ke saya atas perbuatan anaknya,” ujar MS selaku guru yang dipukul oleh muridnya.

Meski sudah berdamai dan kedua orang tuanya sudah meminta maaf. kelima orang siswa tersebut tetap akan dibina oleh Polsek Woha selama 2 minggu. 

Insiden pemukulan murid kepada gurunya tersebut sempat diunggah di akun media sosial dan akhirnya viral.***

Penulis: Niawati

Editor: Nurul Huda

Exit mobile version