Indeks

Gubernur Jateng Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pengungsi Tanah Gerak di Tegal

Tegal, Tuturpedia.com — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kembali mendatangi lokasi bencana tanah gerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal. Kali ini, ia mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang melakukan kunjungan kerja ke kawasan terdampak pada Jumat, 6 Februari 2026.

Kunjungan tersebut menjadi peninjauan kedua yang dilakukan Ahmad Luthfi dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, pada Rabu, 4 Februari 2026, ia telah lebih dulu turun ke lapangan sekaligus memimpin rapat koordinasi darurat untuk merespons bencana yang terus berkembang di wilayah tersebut.

Wapres Gibran tiba di posko pengungsian yang berada di rumah seorang warga bernama Kamal sekitar pukul 09.35 WIB. Setibanya di lokasi, Gibran langsung berdialog singkat dengan Gubernur Ahmad Luthfi, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Kapolda Jawa Tengah, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Usai perbincangan singkat, Gibran dan Luthfi bersama rombongan melanjutkan agenda dengan meninjau langsung permukiman warga yang berada di titik pergerakan tanah. Akses menuju lokasi yang terbatas serta kondisi tanah yang masih labil membuat rombongan harus menggunakan sepeda motor untuk mencapai area terdampak.

Sebelumnya, Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya kehadiran negara sejak fase awal penanganan bencana tanah gerak di Kabupaten Tegal. Pernyataan itu disampaikan saat ia memimpin rapat koordinasi darurat bersama pemerintah daerah dan instansi terkait di Posko Terpadu Kesehatan Desa Padasari.

Menurut Luthfi, kehadiran negara tidak hanya sebatas bantuan darurat, tetapi juga harus memberikan kepastian masa depan bagi warga terdampak, terutama terkait hunian tetap.

“Kehadiran negara itu memastikan masyarakat bisa hidup kembali di hunian tetap yang layak, mandiri, dan berkelanjutan. Itulah makna negara hadir,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman melaporkan bahwa pergerakan tanah di Desa Padasari masih terus berlangsung dan bersifat dinamis. Hingga Rabu sore, tercatat sekitar 250 rumah warga terdampak, dengan jumlah pengungsi mencapai 804 jiwa yang harus meninggalkan tempat tinggal mereka demi keselamatan.

Pemerintah pusat dan daerah terus berkoordinasi untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal sembari menyiapkan langkah jangka panjang bagi warga yang terdampak bencana tanah gerak ini.***

Kontributor Jawa Tengah: Rizal Akbar

Exit mobile version